Indeks Acuan Inggris Berakhir Naik 0,75%
Ilustrasi (AFP PHOTO/SHAUN CURRY)
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat 56,93 poin atau 0,75 persen, menjadi 7.689,57 poin.

Mengutip Antara, Kamis, 31 Mei 2018, Royal Dutch Shell A, grup minyak internasional, melonjak 2,64 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham BP dan Royal Dutch Shell B, yang masing-masing naik 2,56 persen dan 2,28 persen.

Sementara itu, G4S, perusahaan jasa keamanan multinasional Inggris, mencatat kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 1,85 persen. Disusul oleh saham Royal Bank of Scotland Group yang turun 1,39 persen, serta Melrose Industries, perusahaan investasi, menyusut 1,06 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 306,33 poin atau 1,26 persen menjadi berakhir di 24.667,78 poin. Indeks S&P 500 meningkat 34,15 poin atau 1,27 persen, menjadi ditutup di 2.724,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 65,86 poin atau 0,89 persen lebih tinggi, menjadi 7.462,45 poin.

Sektor swasta AS menambahkan 178 ribu lapangan pekerjaan pada Mei, gagal memenuhi konsensus pasar sebesar 190 ribu, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dirilis oleh ADP Research Institute. Angka ADP secara luas dilihat sebagai pra-indikator untuk laporan gaji non-pertanian yang akan dirilis pada Jumat 1 Juni.

Indeks USD mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu 30 Mei, karena para investor mencerna laporan Beige Book Federal Reserve yang baru dirilis serta sejumlah laporan ekonomi. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,71 persen menjadi 94,145.

 



(ABD)