Tiongkok Minta Izin WTO Beri Sanksi untuk Amerika Serikat
Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)
Beijing: Tiongkok akan meminta izin dari Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) untuk menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat (AS) pada pekan depan, sesuai dengan agenda pertemuan WTO. Keputusan tersebut sejalan dengan pengenaan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump kepada para mitra dagang utamanya.

Permintaan datang pada saat ketegangan perdagangan kembali meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa dia siap untuk mengambil kebijakan pengenaan tarif lain sebesar USD267 miliar pada barang-barang Tiongkok. Hal ini tidak ditampik bisa memberikan efek negatif terhadap perdagngan dunia.

Mengutip CNBC, Kamis, 13 September 2018, Beijing telah berjanji untuk membalas jika AS mengambil langkah baru dalam perdagangan. Permintaan Tiongkok kepada WTO mengutip ketidakpatuhan Washington terhadap putusan dalam sengketa atas bea dumping AS. Perselisihan ini tidak ditampik bisa memakan waktu yang lama di masa mendatang.



Tiongkok akan meminta otorisasi pada pertemuan khusus Badan Penyelesaian Perselisihan WTO pada Jumat 21 September. Negara di Asia memulai perselisihan pada 2013 karenamengeluh tentang dumping AS terkait dengan beberapa industri termasuk mesin dan elektronik, industri ringan, logam dan mineral -dengan nilai ekspor tahunan hingga USD8,4 miliar.

Kasus ini menyangkut proses Departemen Perdagangan AS dalam menghitung jumlah dumping, yang mengacu pada ekspor Tiongkok yang dihargai untuk melemahkan barang buatan Amerika di pasar AS. Metode penghitungan AS telah terbukti ilegal dalam serangkaian sengketa dagang yang dibawa ke regulator perdagangan global selama beberapa tahun terakhir.

Trump sejak itu memperingatkan ekonomi terbesar dunia itu segera dapat menarik diri dari WTO. Kondisi ini mengikuti pertemuan Badan Penyelesaian Sengketa WTO yang terpisah akhir bulan lalu, dengan Tiongkok mengklaim tarif AS yang menargetkan impor Tiongkok senilai USD16 miliar tidak konsisten dengan peraturan regulator.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id