Ilustrasi. FOTO: Pando
Ilustrasi. FOTO: Pando

Bursa Saham AS Merekah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 10 Oktober 2019 07:14
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor meneliti risalah Federal Reserve yang baru dirilis dan adanya harapan terkait pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 10 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 181,97 poin atau 0,70 persen menjadi 26.346,01. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 26,34 poin atau 0,91 persen menjadi 2.919,40. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 79,96 poin atau 1,02 persen menjadi 7.903,74.
 
Semua dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan dengan catatan optimistis sepanjang sesi, dengan teknologi naik sebanyak 1,45 persen pada penutupan, melampaui sektor lainnya. Sedangkan Federal Reserve pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) merilis risalah dari pertemuan kebijakan September.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Risalah FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) September memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan tiga minggu dari sekarang," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, seraya menambahkan risalah menunjukkan peningkatan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS dan situasi internasional di antara para peserta FOMC.
 
Di data lainnya, Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan lowongan pekerjaan AS, ukuran permintaan tenaga kerja, merosot menjadi 7,05 juta pada Agustus dari 7,17 juta pada bulan sebelumnya, menandai level terendah sejak Maret 2018.
 
Sebuah kebingungan data AS yang mengecewakan dirilis baru-baru ini dan meningkatkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih mudah dari Federal Reserve. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga akhir bulan ini lebih dari 80 persen, menurut alat FedWatch CME Group.
 
Di sisi lain, defisit perdagangan Amerika Serikat terpantau melebar pada Agustus 2019. Hal itu terjadi sebagian dikarenakan tingkat impor barang-barang konsumsi mencetak rekor dan juga dikarenakan putaran baru dari tarif antara Tiongkok dan Uni Eropa. Pengenaan tarif itu yang akhirnya membuat perdagangan dunia jadi kurang sehat.
 
Defisit dagang AS mencapai USD54,9 miliar pada Agustus. Sedangkan para ekonom memperkirakan defisit perdagangan AS hanya mencapai USD54,5 miliar pada bulan tersebut. Dalam hal ini, impor naik menjadi USD262,8 miliar atau di atas perkiraan yang sebesar USD261,4 miliar.
 
Sementara ekspor naik menjadi USD207,9 miliar atau di atas ekspektasi yang sebesar USD207,4 miliar. Impor barang-barang konsumen mencapai USD57,2 miliar, cerminan dari meningkatnya permintaan karena selera belanja yang sehat membantu menjaga ekonomi AS tetap bertahan di tengah kekhawatiran perlambatan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif