Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Merekah

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Antara • 17 September 2019 07:38
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi karena lonjakan harga minyak setelah serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan telah mengguncang investor.
 
Mengutip Antara, Selasa, 17 September 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik sebanyak USD12 atau 0,8 persen menjadi ditutup pada USD1.511,5 per ons. Investor beralih ke aset-aset safe haven untuk memarkir dana-dana mereka, termasuk di obligasi dan logam mulia, menyusul serangan terhadap fasilitas produksi minyak Arab Saudi.
 
Namun, kenaikan emas dibatasi oleh greenback yang lebih kuat. Indeks dolar Amerika Serikat (USD), yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannnya, naik sebanyak 0,39 persen menjadi 98,64 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 45,7 sen atau 2,6 persen menjadi ditutup pada USD18,026 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober jatuh sebanyak USD13 atau 1,37 persen menjadi menetap pada USD939,2 per ons.
 
Pada perdagangan akhir pekan lalu atau tepatnya pada Jumat, 13 September, emas berjangka jatuh menjadi berada di bawah posisi psikologi USD1.500, karena kenaikan dalam obligasi dan aset-aset lainnya yang dianggap berisiko mendorong para investor menjauh dari aset-aset safe haven.
 
Sementara itu, saham-saham Amerika Serikat (AS) runtuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan itu terjadi karena sentimen pasar dipengaruhi oleh serangan drone terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan yang memicu ketidakstabilan pasar minyak dunia.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 142,70 poin atau 0,52 persen menjadi 27.076,82. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 9,43 poin atau 0,31 persen menjadi 2.997,96. Indeks Komposit Nasdaq turun 23,17 poin, atau 0,28 persen, menjadi 8.153,54.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama berakhir lebih rendah, dengan bahan dan diskresi konsumen masing-masing turun 1,63 persen dan 1,31 persen, memimpin penghambat. Namun saham energi melonjak sebanyak 3,29 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif