Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP
Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP

Harga Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 14 Desember 2019 10:02
New York: Harga minyak dunia melonjak pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) karena optimisme perdagangan mengangkat sentimen investor. Tiongkok dan Amerika Serikat telah menyetujui teks perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati, menurut pernyataan yang dikeluarkan Tiongkok.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik USD0,89 menjadi USD60,07 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari bertambah USD1,02 menjadi USD65,22 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna pembaruan tentang perdagangan AS-Tiongkok dan sejumlah data ekonomi. Ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi di antara kedua negara itu bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 3,33 poin atau 0,01 persen menjadi 28.135,38. Sedangkan S&P 500 naik 0,23 poin atau 0,01 persen menjadi 3.168,80. Indeks Komposit Nasdaq naik 17,56 poin atau 0,20 persen menjadi 8.734,88.
 
Dari 11 sektor utana S&P 500, sektor utilitas ditutup naik 0,84 persen dan memimpin kenaikan. Wall Street mencermati kemajuan terbaru tentang perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Hubungan dagang kedua negara menjadi penting karena berkaitan dengan arah perekonomian dunia.
 
"Ini adalah langkah positif karena Tiongkok adalah mitra dagang utama kami," Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di lantai New York Stock Exchange.
 
Di sisi data, perkiraan uang muka penjualan ritel dan makanan AS mencapai USD528 miliar pada November, meningkat 0,2 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel akan meningkat 0,5 persen pada November.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif