Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP

Awali 2020, Bursa Saham AS Menghijau

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 03 Januari 2020 07:25
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), memperpanjang reli dari akhir tahun lalu di tengah meningkatnya sentimen investor. Salah satu katalis positif datang dari disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 3 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 330,36 poin atau 1,16 persen menjadi 28.868,80. Sedangkan S&P 500 menguat sebanyak 27,07 poin atau 0,84 persen menjadi 3.257,85. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 119,58 poin atau 1,33 persen menjadi 9.092,19.
 
Di sisi ekonomi, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran sedikit lebih rendah pada minggu lalu. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan angka untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman adalah 222 ribu atau turun 2.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya. Jumlah itu datang lebih rendah dari ekspektasi Wall Street.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Level minggu sebelumnya direvisi naik 2.000 dari 222 ribu menjadi 224 ribu. Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 233.250 atau naik 4.750 dari rata-rata revisi minggu sebelumnya. Adapun indikator ini menjadi penting karena salah satu alat ukur tingkat kesehatan perekonomian Paman Sam.
 
Sedangkan pasar ekuitas telah reli selama setengah bulan terakhir di tengah optimisme akhir tahun. Sentimen pasar telah terangkat oleh meredanya ketegangan atas hubungan perdagangan AS-Tiongkok setelah kedua negara menyetujui teks dari kesepakatan perdagangan fase satu bulan lalu.
 
Di sisi lain, kerja sama yang mulai tumbuh antara Tiongkok dan Amerika Serikat tidak hanya akan menguntungkan kedua negara tetapi juga seluruh dunia. Dalam konteks ini, diharapkan kedua negara tidak lagi terlibat dalam perang dagang karena telah terbukti memberikan efek negatif terutama dari sisi stabilitas perdagangan global.
 
Laporan yang dirilis Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berjudul 'Mempertimbangkan Kembali Hubungan Ekonomi AS-Tiongkok: Jalan ke Depan' membahas secara luas berbagai masalah antara dua ekonomi terbesar di dunia itu. Adapun Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berfokus pada masalah-masalah ekonomi.
 
Laporan tersebut mengakui kesulitan yang ada dalam hubungan AS-Tiongkok, khususnya perbedaan perdagangan dan sengketa tarif yang diprakarsai oleh Pemerintahan AS saat ini. Namun, kebuntuan AS-Tiongkok saat ini tidak dapat dipecahkan, dan perbedaan mereka di banyak bidang sulit untuk dapat didamaikan, laporan tersebut menekankan.
 
"Pada 2019, Amerika Serikat dan Tiongkok menandai peringatan 40 tahun pembentukan hubungan diplomatik. Sejak saat itu, hubungan tersebut telah melihat integrasi ekonomi yang tumbuh," kata laporan itu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif