Data Inflasi AS Buat Emas Ditutup Melonjak 0,7%
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Jakarta: Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih rendah dari perkiraan membuat harga emas ditutup menguat 0,7 persen pada level USD1.321,39 pada perdagangan Kamis. Pelemahan USD yang berlanjut berpotensi mendukung kenaikan harga emas di sesi Asia menguji level resisten di USD1.327.

Mengutip Monex Asian Market Brief milik Monex Investindo Futures, Jumat, 11 Mei 2018, aksi ambil untung yang sebelumnya membentuk level tertinggi 27 Novemner 2014, tidak mengurangi penguatan harga minyak mentah, ditutup naik 0,2 persen menjadi USD71,40 pada perdagangan Kamis.

Harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan pada sesi Asia menguji level USD72,40 karena potensi gangguan aliran eksportir Iran atas sanksi AS dan kekhawatiran produksi Venezuela. EURUSD bangkit dari level terendah tahun ini setelah ditutup menguat 0,5 persen di level 1.1916 terdorong pelemahan dollar pasca rilis data inflasi AS.

EURUSD berpotensi berbalik melemah pada sesi Asia menguji level support 1.1870 seiring belum adanya kejelas kapan ECB mengubah kebijakan moneter. Seusai dengan ekspektasi BoE menyatakan jika suku bunga dinaikkan akan sangat bertahap dan terbatas, GBPUSD ditutup melemah 0,2 persen di level 1.3521 pada Kamis.

Prospek pelemahan pertumbuhan dan inflasi 2018 dan 2019 oleh BoE berpotensi menekan GBPUSD di sesi Asia menguji level support 1.3425. Rentang perdaganga potensial 1.3425-1.3610. USDJPY turun 0,3 persen ke level 109.40 pada perdagangan Kamis akibat aksi ambil untung usai rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Harga saat penulisan: 109.56.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360