Tekanan Politik Buat Investasi Tiongkok di AS Anjlok 92%
Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)
New York: Konsultan dan perusahaan riset yakni Rhodium Group mencatat keputusan akuisisi dan aktivitas investasi Tiongkok di Amerika Serikat (AS) turun sebanyak 92 persen menjadi hanya USD1,8 miliar dalam lima bulan pertama di 2018 ini. Secara divestasi, transaksi bersih Tiongkok ke AS selama periode tersebut adalah negatif USD7,8 miliar.

Mengutip CNBC, Kamis, 21 Juni 2018, penurunan yang tajam terjadi pada paruh kedua karena ada tekanan terhadap Beijing dari administrasi Trump yang akhirnya menahan lonjakan baru-baru ini dalam investasi lintas batas. Rhodium mencatat transaksi Tiongkok di AS mencapai rekor USD46 miliar pada 2016, dan turun menjadi USD29 miliar pada 2017.

Dalam mencari peluang investasi, perusahaan Tiongkok melakukan pembelian di luar negeri pada 2015 dan 2016. Tapi sekarang, Tiongkok ingin membatasi pelarian modal yang berlebihan. AS khawatir tentang perlindungan kekayaan intelektual dan telah meningkatkan pengawasan transaksi atas dasar keamanan nasional.

Administrasi Trump juga mengancam pembatasan investasi berdasarkan penyelidikan Section 301, studi yang sama yang menyebabkan pengumuman tarif terbaru. "Akibatnya, akuisisi senilai lebih dari USD2 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini telah runtuh," kata Thilo Hanemann dari Rhodium Group.



Mereka termasuk penggabungan atau merger Alibaba-afiliasi Ant Financial dengan MoneyGram, rencana HNA untuk mengakuisisi Anthony Scaramucci milik SkyBridge Capital, dan dana Tiongkok yang didukung upaya Sino IC Capital untuk membeli perusahaan pengujian semikonduktor Xcerra.

"Pipa transaksi M&A yang tertunda masih tetap lebih tipis dan nilai transaksi rata-rata jauh lebih rendah dari periode sebelumnya," kata Hanemann dalam laporannya.

Konglomerat Tiongkok HNA, Anbang, dan Wanda besar, juga menjual banyak aset AS mereka dan mengirim jumlah penjualan di AS yang melampaui catatan menjadi USD9,6 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini, menurut Rhodium. Analisis ini memperkirakan penjualan aset sebesar USD4 miliar lainnya sedang menunggu untuk dilepas kepemilikannya.

 



(ABD)