Forum WEF, Jokowi Sebut Ekonomi Global seperti 'Avengers: Infinity War'

Ade Hapsari Lestarini 12 September 2018 15:47 WIB
forum ekonomi duniaworld economic forum
Forum WEF, Jokowi Sebut Ekonomi Global seperti 'Avengers: Infinity War'
Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato di World Economic Forum (WEF) di Hanoi, Vietnam. (FOTO: AFP)
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini menuju 'perang yang tak terbatas' atau infinity war.

Jokowi menjelaskan kondisi tersebut dengan mengambil cerita film Avengers: Infinity War, di mana sosok bernama 'Thanos' mengancam memusnahkan setengah populasi bumi. Namun Presiden menegaskan dirinya dan sesama rekan 'Avengers' lainnya siap untuk mencegah hal tersebut terjadi.

"Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN, di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu, 12 September 2018.

Namun pada kenyataannya, tambah Jokowi, sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kita kemampuan untuk memperbanyak sumber daya kita lebih banyak dari sebelumnya.

"Penelitian ilmiah membuktikan, ekonomi kita sekarang lebih 'ringan' dalam hal berat dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet," beber Presiden.

Dirinya pun memberi contoh bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan.

Adapun di depan sejumlah pimpinan negara yang hadir, Presiden Jokowi juga memaparkan bahwa sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.

"Asian Games dan Asian Para Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang, merupakan pertunjukan spektakuler dari bakat manusia di Asia. Lebih dari 14 ribu atlet dan 7.000 officials dari 45 negara bertanding di 40 cabang olah raga," ungkap Presiden.

Bahkan, lanjut Presiden, pada acara pembukaaan dan penutupan, ribuan penyanyi, penari, dan berbagai artis dari Indonesia, India, Korea, serta berbagai negara turut memeriahkan acara, termasuk penampilan musik dangdut dari Indonesia, Bollywood dari India, dan K-Pop dari Korea.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id