Sanksi Iran Berpeluang Buat Harga Minyak Dunia Menguat
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Kesepakatan nuklir Iran berada di ambang kehancuran, namun para pedagang minyak terus meremehkan dampak dari kejutan pasokan yang datang dengan cepat. Kenaikan dramatis harga minyak dalam beberapa pekan terakhir sebagian didorong oleh meningkatnya harapan bahwa Donald Trump akan segera keluar dari kesepakatan 2015.

Donald Trump, yang merupakan Presiden Amerika Serikat (AS) ini harus memutuskan pada 12 Mei apakah akan mengembalikan hukuman pada salah satu produsen minyak terbesar dunia tersebut atau tidak. Tentu kondisi itu akan memberikan efek terhadap pergerakan harga minyak dunia yang sekarang ini sedang diupayakan bisa terus menguat.

"Presiden Trump akan mengetahui atau tidak atas Iran telah mendominasi berita utama minyak akhir-akhir ini. Tapi, harapan perjanjian akan diubah untuk memenuhi keinginan Trump sekarang telah menguap," kata Analis Minyak PVM Oil Associates Stephen Brennock, dalam sebuah catatan penelitian, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Mei 2018.

"Reaksi spontan diharapkan dapat terjadi kapan pun atas pengumuman resmi yang dibuat. Biar bagaimana pun, pelaku pasar tidak akan mau ketinggalan kapal untuk era baru sanksi Iran," tambahnya.



Membawa kembali sanksi terhadap Iran dapat menghapus hingga satu juta barel per hari pasokan minyak mentah Iran, yang menurut Brennock bisa cukup untuk mendorong harga minyak menuju USD80 per barel. Trump telah lama mengancam akan menjauh dari perjanjian penting kecuali ada penandatanganan dan Kongres Eropa mendamaikan kekhawatirannya.

Mantan pengusaha New York ini dianggap tidak senang tentang aspek-aspek kunci dari perjanjian yang disebut 'gila'. Dia telah mengeluhkan kesepakatan itu dan tidak membatasi kegiatan nuklir Iran cukup lama dan gagal menghentikan pembangunan rudal balistik.

Sebagai tanggapan, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Trump tidak berhak menegosiasikan kembali kesepakatan itu dan menuduh Iran melakukan pelanggaran. Pada Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Iran juga memperingatkan administrasi Trump bahwa pihaknya tidak akan berusaha merundingkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan para pemimpin dunia.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360