NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Pando
Ilustrasi. FOTO: Pando

Bursa Saham AS Tergelincir

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 25 Februari 2020 07:01
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada awal pekan atau Senin waktu setempat (Selasa WIB) dengan ketiga indeks utama anjlok lebih dari tiga persen. Pelemahan itu terjadi di tengah meningkatnya penghindaran risiko.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 25 Februari 2020, indeks Dow Jones turun sebanyak 3,56 persen menjadi 27.960,80. Sementara S&P 500 melemah sebanyak 3,35 persen menjadi 3.225,89, sedangkan Nasdaq turun sebanyak 3,71 persen menjadi 9.221,28.
 
Semua dari 30 perusahaan komponen Dow Jones ditutup di wilayah merah, dengan UnitedHealth Group dan American Express masing-masing merugi 7,84 persen dan 4,97 persen, menjadi dua penghambat teratas. Indikator perdagangan Boeing dan Caterpillar masing-masing turun 3,78 persen dan 3,67 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagian besar saham maskapai penerbangan diperdagangkan melemah tajam, dengan American Airlines dan Delta Air Lines masing-masing melemah 8,52 persen dan 6,29 persen. Semua sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah. Energi dan teknologi masing-masing turun 4,74 persen dan 4,19 persen.
 
Kecemasan atas wabah virus korona merusak sentimen risiko, menurut analis pasar di Wells Fargo. Sedangkan indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 47,48 persen menjadi 25,19.
 
Investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global dalam menghadapi kasus virus korona yang meningkat tajam di luar Tiongkok. "Pasar sekarang ketakutan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengutip kekhawatiran virus korona.
 
“Kekhawatirannya bukan tentang virus tepatnya, itu dari sudut pandang ekonomi. Dow Jones jatuh sekitar 1.000 poin, imbal hasil obligasi juga lebih rendah," tambahnya.
 
Ada peningkatan tajam dalam kasus virus korona yang dilaporkan di Italia, Korea Selatan, dan Iran, dengan Afghanistan dan Irak melaporkan kasus pertama mereka. Namun, tingkat infeksi di Tiongkok telah berkurang.
 
Di luar Tiongkok daratan, wabah telah menyebar ke sekitar 29 negara dan wilayah, dengan korban tewas sekitar dua lusin, menurut penghitungan Reuters. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan khawatir tentang meningkatnya jumlah kasus tanpa kaitan yang jelas dengan Tiongkok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif