NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Ketakutan Virus Korona Meningkat, Wall Street Terus Tergelincir

Ekonomi Virus Korona wall street
Antara • 26 Februari 2020 07:15
New York: Wall Street kembali dilanda aksi jual dengan indeks Dow dan S&P 500 anjlok sekitar tiga persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu penurunan hari keempat berturut-turut karena virus korona menyebar lebih jauh ke seluruh dunia dan investor melepas aset berisiko saat mereka berjuang mengukur dampak ekonominya.
 
Kedua indeks utama mencatat penurunan persentase empat hari terbesar sejak aksi jual besar-besaran pada Desember 2018, sedangkan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai rekor terendahnya. Indeks S&P 500 kehilangan USD2,138 triliun kapitalisasi pasar selama empat sesi terakhir, menurut analis S&P Dow Jones Indices Howard Silverblatt.
 
Mengutip Antara, Rabu, 26 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 879,44 poin,atau 3,15 persen, menjadi ditutup di 27.081,36 poin. Indeks S&P 500 turun 97,68 poin atau 3,03 persen, menjadi berakhir di 3.128,21 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 255,67 poin atau 2,77 persen, menjadi 8.965,61 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kekhawatiran pandemi meningkat setelah virus korona menyebar ke Spanyol dan puluhan negara, mulai dari Korea Selatan hingga Italia, mempercepat tindakan darurat, sementara jumlah kematian virus Iran naik menjadi 16, tertinggi di luar Tiongkok.
 
Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan warga Amerika harus bersiap untuk kemungkinan penyebaran virus di masyarakat. "Pasar menyadari bahwa meskipun laju infeksi tampak seperti melambat, masih menyebar secara global," kata Manajer Strategi Pedagan TD Ameritrade Shawn Cruz, di Jersey City, New Jersey.
 
Sementara para investor berharap dampak ekonomi dari virus itu akan tertahan hingga kuartal pertama, Cruz mengatakan, banyak yang sekarang memperkirakan bahwa itu akan berdampak pada paruh pertama 2020 dan mungkin melampauinya.
 
Indeks Nasdaq mengakhiri sesi 8,7 persen di bawah rekor penutupan tertinggi, yang dicapai Rabu lalu, sementara Indeks S&P berakhir 7,6 persen di bawah rekor penutupan yang dicapai pada hari yang sama. Total 314 dari 500 saham acuan berada di wilayah koreksi, secara tradisional dipandang sebagai penurunan 10 persen dari tertinggi mereka.
 
Indeks Dow Jones mengakhiri hari 8,4 persen di bawah rekor penutupan 12 Februari. Dalam hari perdagangan tersibuk sejak 21 Desember 2018, volume pada bursa AS mencapai 12,24 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,99 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
 
Indeks Arca Airline NYSE ditutup jatuh lima persen, mencatat penurunan tiga hari terbesar sejak Oktober 2011. Delta Airlines Inc merosot enam persen, mengatakan bahwa mereka memperkirakan penerbangan AS-Tiongkok akan ditangguhkan sampai akhir April dan memperpanjang menghindari perjalanannya ke Seoul hingga 30 April.
 
Associated Press melaporkan bahwa seorang anggota senior Komite Olimpiade Internasional mengatakan para penyelenggara lebih mungkin untuk membatalkan Olimpiade 2020 daripada menunda atau memindahkannya jika Virus korona membuatnya terlalu berbahaya untuk digelar di Tokyo.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif