Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP
Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP

AS Pertimbangkan Penerbitan Obligasi 50 Tahun

Ekonomi ekonomi amerika
Antara • 14 September 2019 11:03
Washington: Menteri Keuangan Ameerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan departemennya serius mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi bertenor 50 tahun segera pada tahun depan. Langkah itu dengan harapan bisa memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.
 
"Kami sedang mencari untuk menerbitkan obligasi 50 tahun, apa yang bisa kami sebut obligasi ultra-panjang. Kami pikir ada beberapa permintaan untuk itu. Ini adalah sesuatu yang akan sangat serius kami pertimbangkan untuk tahun depan," kata Mnuchin, dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 14 September 2019.
 
"Saya pribadi berpikir itu akan menjadi hal yang baik untuk memperluas kemampuan pinjaman AS. Ini jelas sangat menarik bagi kami untuk memperpanjang dan mengurangi risiko pinjaman Pemerintah AS," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan lain, Mnuchin mengatakan, Departemen Keuangan AS dapat mempertimbangkan kemungkinan obligasi 100 tahun jika obligasi 50 tahun diterbitkan dan berhasil. Pernyataan Mnuchin datang satu hari setelah Presiden AS Donald Trump mencuit bahwa AS harus mulai membiayai kembali utangnya, yang telah melampaui rekor USD22 triliun.
 
Mnuchin dan departemennya telah mempelajari kemungkinan penerbitan obligasi ultra-panjang sejak ia pertama kali menjabat pada 2017. Saat ini, Departemen Keuangan hanya menerbitkan obligasi jangka panjang 10- ahun dan 30 tahun.
 
Tetapi Komite Penasihat Pinjaman Departemen Keuangan dari Asosiasi Industri Pasar dan Keuangan (SIFMA), panel pakar eksternal yang ditunjuk pemerintah, menyimpulkan pada 2017 bahwa ada sedikit bukti permintaan kuat atau berkelanjutan untuk obligasi ultra-panjang di pasar AS pasar.
 
Komite penasehat juga mencatat bahwa permintaan luar negeri untuk obligasi ultra-panjang kemungkinan akan rendah, karena kepemilikan asing atas obligasi AS umumnya jatuh tempo lebih pendek.
 
Sementara selera investor saat ini untuk utang jangka panjang telah mendorong imbal hasil obligasi 30 tahun ke rekor terendah, itu tidak mengubah temuan bahwa permintaan untuk obligasi 50 atau 100 tahun tidak akan cukup konsisten dari waktu ke waktu guna memungkinkan penerbitan reguler dan diprediksi, menurut Bloomberg News.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif