Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)

Minyak Dunia Menguat

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 05 Januari 2019 09:05
New York: Harga minyak dunia menguat pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena jumlah rig pengeboran Amerika Serikat (AS) yang aktif untuk minyak menurun setelah dua minggu berturut-turut naik. Selain itu, harga minyak juga didorong oleh tanda-tanda penurunan produksi di antara produsen minyak utama.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 5 Januari 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik USD0,87 menjadi di USD47,96 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik USD1,11 menjadi ditutup pada USD57,06 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan dalam laporan mingguannya jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS menurun sebanyak delapan menjadi total 877 rig di minggu ini. Jumlah total rig aktif AS, tambah Baker Hughes, yang mencakup rig minyak dan gas alam, juga turun delapan menjadi 1.075.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memompa sebanyak 32,68 juta barel per hari (bpd) pada bulan lalu atau turun sebanyak 460 ribu barel per hari dari November dan penurunan bulan ke bulan terbesar sejak Januari 2017.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 746,94 poin atau 3,29 persen dan berada di level 23.433,16. S&P 500 melonjak 85,05 poin atau 3,43 persen menjadi 2.531,94. Indeks Komposit Nasdaq naik 275,35 poin atau 4,26 persen menjadi 6.738,86.
 
Ketua the Fed Jerome Powell menenangkan kekhawatiran pasar yang tumbuh setelah Apple memangkas perkiraan pendapatan kuartalan yang menimbulkan kerugian besar di tiga indeks utama. Powell menekankan bahwa para pejabat the Fed cukup sabar dan mengawasi dengan cermat suara-suara di pasar keuangan.
 
Selain itu, Powell juga menyebut kebijakan the Fed terbilang fleksibel dan melekat pada perkembangan ekonomi terkini. Dalam artian, the Fed tetap mengambil kebijakan sesuai dengan situasi dan kondisi perekonomian, terutama dari sisi lapangan kerja, tingkat inflasi, dan pertumbuhan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif