Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)
Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)

Inflasi AS Masih di Bawah Target The Fed

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 01 Mei 2019 12:02
New York: Sebuah laporan dari pemerintah mengungkapkan indikator inflasi pilihan Federal Reserve menunjukkan tidak ada perubahan pada Maret dan tetap jauh di bawah target bank sentral. Pada saat yang sama, belanja konsumen melonjak di tengah lonjakan pengeluaran untuk kendaraan bermotor dan perawatan kesehatan.
 
Mengutip CNBC, Rabu, 1 Mei 2019, indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti, yang menghapus volatile harga pangan dan energi, datar untuk bulan ini dan naik 1,6 persen dari tahun ke tahun. Tingkat inflasi utama naik 0,2 persen menjadi 1,5 persen dari tahun ke tahun. Hasil Februari sebagian besar sama.
 
Sementara itu, ukuran inti dan informasi utama naik hanya 0,1 persen di bulan itu. Sedangkan inflasi inti naik 1,7 persen pada tahun itu dan tingkat informasi utama naik 1,3 persen. Deflator PCE adalah metrik inflasi utama Fed. Bank sentral menganggap inflasi dua persen merupakan tingkat yang sehat untuk stabilitas harga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi telah gagal mencapai target untuk sebagian besar dekade terakhir. Pejabat the Fed mengatakan mereka berharap untuk mempertahankan suku bunga stabil untuk sisa tahun ini, sebagian karena tingkat inflasi yang rendah.
 
Sedangkan pelaku pasar menetapkan sekitar 65 persen peluang penurunan suku bunga pada akhir tahun ini, meskipun masing-masing anggota the Fed mengatakan mereka melihat sedikit peluang pelonggaran kebijakan di masa depan. Tentu penurunan suku bunga AS dengan melihat beberapa indikator perekonomian AS.
 
Ekonom Senior AS di Capital Economics Andrew Hunter mengatakan angka inflasi yang jinak akan memperkuat kekhawatiran beberapa pejabat bahwa inflasi masih terlalu rendah untuk konsisten mencapai target dua persen. Tentu pencapaian ini bakal memberikan pengaruh terhadap kebijakan penetapan suku bunga.
 
"Jika kita benar dalam memperkirakan pertumbuhan akan melambat di tahun ini, menjadikannya lebih mungkin bahwa the Fed akan secara serius mempertimbangkan penurunan suku bunga," kata Andrew Hunter, dalam sebuah catatan.
 
Memutuskan jalur tingkat suku bunga masa depan menjadi sedikit lebih rumit minggu lalu ketika pemerintah melaporkan PDB tumbuh sebesar 3,2 persen, atau lebih kuat dari yang diperkirakan pada kuartal pertama. Meskipun pertumbuhan ekonomi kuat, Gedung Putih terus mendorong penurunan suku bunga.
 
Sementara itu, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengulangi pendapatnya bahwa pengurangan 50 basis poin dalam suku bunga acuan the Fed diperlukan. Hal itu sejalan dengan tingkat inflasi yang terus turun dari waktu ke waktu.
 
"Tingkat inflasi terus turun lebih rendah dan lebih rendah. Bahkan menurut juru bicara the Fed sendiri, mulai dari Ketua the Fed, dapat membuka pintu menuju penurunan tingkat suku bunga sesuai target," pungkas Kudlow.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif