Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Terendah dalam 30 Tahun

Ekonomi ekonomi china
Nia Deviyana • 29 Oktober 2019 14:25
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat menjadi enam persen pada kuartal ketiga, terendah dalam tiga puluh tahun terakhir. Angka ini di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih di level 6,1 persen.
 
Chief Economics Commentator at Forbes Asia Yuwa Hedrick-Wong dalam tulisannya mengatakan angka tersebut tidak buruk, mengingat tingginya ketidakpastian global.
 
"Perlambatan ekonomi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, karena inisiatif pemerintahnya untuk beralih dari ekonomi yang berbasis industri ke ekonomi berbasis jasa," kata Yuwa seperti dilansir dariForbes, Selasa, 29 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekonomi Tiongkok yang masih stabil juga terlihat dari ekspor Tiongkok sebesar USD145,6 miliar dalam tujuh bulan pertama 2019. Angka ini tidak banyak mengalami perubahan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD146 miliar. Selain itu, surplus perdagangan Tiongkok dengan AS tercatat meningkat.
 
Ekonomi Tiongkok juga relatif tidak terpengaruh perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Yuwa mengatakan negara emerging market di Asia memiliki rantai nilai global yang padat dan solid.
 
Kekuatan ekonomi negara emerging market di Asia saat ini sudah lebih dari dua dekade, yang mana ada peningkatan dari segi disiplin fiskal dan kebijakan ekonomi makro.
 
Integrasi ekonomi semakin dalam dan meluas, sebagaimana dibuktikan dengan meningkatnya investasi dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan ke Asia Selatan dan Asia Tenggara.
 
Begitu juga dengan berlalunya satu dekade sejak krisis keuangan global, PDB riil Asia dalam dolar AS tercatat tumbuh sebesar 105 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan PDB negara maju yang hanya sebesar 12 persen.
 
"Hal ini membuat beberapa negara, seperti Malaysia, memiliki tingkat utang luar negeri relatif rendah di dunia, tentunya dengan neraca pembayaran yang sehat dan stabil," pungkas Yuwa.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif