Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bursa Saham AS Parkir di Zona Positif

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 14 Desember 2019 08:04
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor mencerna pembaruan tentang perdagangan AS-Tiongkok dan sejumlah data ekonomi. Ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi di antara kedua negara itu bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 3,33 poin atau 0,01 persen menjadi 28.135,38. Sedangkan S&P 500 naik 0,23 poin atau 0,01 persen menjadi 3.168,80. Indeks Komposit Nasdaq naik 17,56 poin atau 0,20 persen menjadi 8.734,88.
 
Dari 11 sektor S&P 500 utama, utilitas ditutup naik 0,84 persen, memimpin kenaikan. Wall Street mencermati kemajuan terbaru tentang perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Hubungan dagang kedua negara menjadi penting karena berkaitan dengan arah perekonomian dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah langkah positif karena Tiongkok adalah mitra dagang utama kami," Peter Tuchman, seorang pedagang berpengalaman di lantai New York Stock Exchange.
 
Di sisi data, perkiraan uang muka penjualan ritel dan makanan AS mencapai USD528 miliar pada November, meningkat 0,2 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel akan meningkat 0,5 persen pada November.
 
Sementara itu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan pertumbuhan ekonomi Paman Sam pada kuartal III-2019 sebesar 2,1 persen atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,9 persen. Ekonomi AS mampu tetap tumbuh meski perang dagang yang sedang terjadi dengan Tiongkok memberikan tekanan besar.
 
Menurut perkiraan kedua yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi, revisi ke atas untuk investasi inventaris swasta, investasi tetap non-perumahan, dan pengeluaran konsumsi pribadi sebagian diimbangi oleh revisi ke bawah untuk pengeluaran pemerintah negara bagian dan lokal.
 
Tingkat pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai 2,1 persen pada kuartal ketiga, yang sedikit naik dibandingkan pencapaian dua persen persen pada kuartal kedua tahun ini menandai perlambatan yang tajam dari pertumbuhan ekonomi 3,1 persen pada kuartal pertama 2019.
 
Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan mengatakan ekonomi AS akan lemah pada kuartal keempat tahun ini karena bisnis memangkas persediaan lantaran adanya ketidakpastian perdagangan. Tentu ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.
 
"Salah satu alasan kuartal keempat akan menjadi lemah, kami percaya, mungkin penyesuaian persediaan yang signifikan, yang mungkin sebanyak setengah persen atau lebih dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif