Harga CPO Masih Berpotensi Melemah
Ilustrasi. (Foto: Antara/Regina).
Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) pada perdagangan Jumat 8 Juni ditutup di level 2.365 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (low) di 2.360 ringgit Malaysia serta harga tinggi (high) di 2.382 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia mendekati harga terendah selama satu bulan dan memperpanjang penurunan berturut-turut pada perdagangan Jumat, mengikuti pergerakan harga kedelai yang lebih lemah di Bursa Chicago, sementara pertumbuhan permintaan yang melambat dan persediaan yang lebih tinggi juga membebani.

"Kontrak minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,92 persen pada 2.365 ringgit Malaysia atau setara dengan USD596,69 per metrik ton pada penutupan," tutur Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam hasil analisanya, Senin, 11 Juni 2018.

Fase pertumbuhan yang lebih lambat untuk permintaan CPO dan akan tercermin dalam kontrak berikutnya untuk beberapa waktu lagi. Di saat yang sama tampaknya pasar khawatir atas permintaan yang tidak dibawah ekspektasi sejauh ini, di mana pengenaan pajak ekspor sebesar lima persen yang kembali dibebankan berpotensi dapat mengurangi beberapa permintaan.

Perdagangan Senin, 11 Juni 2018 -saat tulisan ini disusun- pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.362 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.362 ringgit Malaysia. sementara harga tinggi (high) tercatat berada di 2.367 ringgit Malaysia, dan harga rendah (low) di 2.349 ringgit Malaysia.

Patokan CPO kontrak untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sebesar 0,17 persen menjadi 2.362 ringgit Malaysia atau setara dengan USD592,57 per metrik ton.

Stok CPO Malaysia turun 0,51 persen menjadi 2,17 juta ton pada Mei 2018 dari 2,18 juta ton pada April 2018, karena terjadi penurunan produksi di semenanjung Malaysia, dan Sabah yang cukup untuk mengimbangi kenaikan di Sarawak. Situasi ini merupakan penurunan bulanan kelima berturut-turut dalam stok CPO Malaysia.

Menurut data yang dirilis oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia atau Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada siang ini untuk produksi CPO turun pada 1,53 juta ton dari periode sebelumnya sebesar 1,56 juta ton pada April atau terjadi penurunan sebanyak 2,1 persen.

Sementara itu, ekspor CPO mengalami penurunan sebesar 15,65 persen pada kisaran 1,29 juta ton dari periode sebelumnya sebesar 1,53 juta ton di April 2018.

Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.340 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.310 ringgit Malaysia (support 2). 
- 2.289 ringgit Malaysia (support 3).

Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.405 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.388 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.365 ringgit Malaysia (resistance 1).



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id