USD Tertekan Akibat Euro Berbalik Perkasa
Ilustrasi (OSCAR SIAGIAN/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) jatuh ke tingkat terendah dalam dua pekan pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena berkurangnya ketegangan politik di Eropa mendorong euro berbalik naik.

Mengutip Antara, Selasa, 5 Juni 2018, pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1697 dari USD1,1663 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3315 dari USD1,3345 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7653 dari USD0,7570.

Sedangkan USD dibeli 109,72 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,53 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9881 franc Swiss dari 0,9887 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2930 dolar Kanada dari 1,2969 dolar Kanada.

Mata uang bersama pulih pada Senin waktu setempat, setelah Italia mengambil langkah-langkah untuk membentuk pemerintahan baru dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan selama akhir pekan bahwa Jerman lebih menyukai bergerak menuju Dana Moneter Eropa.

Euro naik 0,32 persen terhadap USD pada akhir perdagangan Senin 4 Juni. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, kehilangan 0,14 persen menjadi 94,026 pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,48 poin atau 0,72 persen, menjadi ditutup di 24.813,69 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,25 poin atau 0,45 persen, menjadi berakhir di 2.746,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 52,13 poin atau 0,69 persen, menjadi 7.606,46 poin.

 



(ABD)