Iran Ancam Tutup Jalur Pengiriman Minyak Dunia
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Teheran: Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membangkitkan kembali kekhawatiran yang sudah lama dirasakan. Hal itu lantaran militer Iran akan berusaha mengganggu secara signifikan pengiriman minyak mentah dunia dengan menutup Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Jumat, 6 Juli 2018, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menanggalkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dan memulihkan sanksi terhadap ekonomi Iran telah memicu risiko geopolitik dan memicu reli harga minyak. Iran menolak sanksi tersebut dan memberikan perlawanan. Di sisi lain, negara anggota OPEC terus berupaya mendorong harga minyak dunia.

Administrasi AS meningkatkan situasi yang memanas ketika Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa mereka mendorong para pembeli minyak untuk memotong semua impor minyak mentah Iran pada 4 November atau lebih cepat dari yang diantisipasi. Hal itu tentu menimbulkan efek negatif.

Sekarang, Iran menyatakan jika Amerika Serikat berhasil memadamkan ekspornya maka Iran akan menggunakan posisinya di sepanjang Selat Hormuz untuk menghentikan negara-negara Timur Tengah lainnya dari pengiriman minyak mentah mereka ke dunia.



Adapun Selat Hormuz adalah jalur air yang sempit antara Iran dan Oman yang menghubungkan Teluk Persia ke Teluk Oman, Laut Arab, dan Samudera Hindia. Teluk Persia dikelilingi oleh beberapa produsen minyak dan gas alam terbesar dunia, termasuk Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Selat ini menangani sepertiga dari lalu lintas minyak lintas laut di dunia dan menjadikannya titik jalur terpenting untuk pengiriman minyak mentah. Pada 2015, Selat Hormuz menangani sekitar 30 persen dari minyak mentah dunia dan cairan minyak bumi lainnya yang diperdagangkan melalui laut, menurut data terbaru dari Administrasi Informasi Energi AS.

Selat ini telah ditampilkan dalam perang kata-kata antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Ini adalah eskalasi terbaru sejak Trump meninggalkan kesepakatan nuklir, yang mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan bagi para pemimpinnya yang menerima pembatasan program nuklir.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id