USD Terlempar ke Zona Merah
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), tertekan reli euro menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) akan mengurangi stimulus moneternya tahun ini.

Mengutip Antara, Kamis, 7 Juni 2018, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1769 dari USD1,1714 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3410 dari USD1,3393 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7663 dari USD0,7615.

Sedangkan USD dibeli 110,19 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9859 franc Swiss dari 0,9846 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2950 dolar Kanada dari 1,2973 dolar Kanada.

Kepala ekonom ECB Peter Praet mengatakan bank sentral akan membahas apakah akan melonggarkan pembelian obligasi secara bertahap dalam pertemuan kebijakan 14 Juni 2018 atau tidak. Hal ini sejalan dengan langkah ECB mendukung pertumbuhan ekonomi Eropa.



Mata uang bersama naik 0,5 persen terhadap USD di perdagangan terakhir, di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar terhadap USD sejak pertengahan Februari. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 93,668 pada akhir perdagangan.

Sementara itu, para investor mencerna data ekonomi AS terbaru. Defisit perdagangan barang dan jasa internasional AS menurun menjadi USD46,2 miliar pada April dari angka direvisi USD47,2 miliar pada Maret, karena ekspor miningkat dan impor menurun, Departemen Perdagangan melaporkan.

 



(ABD)