Mata Uang Paman Sam Kokoh
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)
New York: Indeks dolar AS meningkat terhadap mata uang utama lainnya dalam akhir perdagangan Rabu waktu setempat, karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya meningkat.

Perwakilan Perdagangan AS mengatakan bahwa Washington sedang mempersiapkan untuk memaksakan 10 persen tarif tambahan ke impor Tiongkok sebesar USD200 miliar.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat memberlakukan tarif 25 persen pada produk-produk milik Tiongkok sebesar USD34 miliar.

Melansir dari Xinhua, Kamis, 12 Juli 2018, di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan naik 0,3 persen pada Juni, disesuaikan secara musiman, mengalahkan konsensus pasar 0,2 persen, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada dasar yang tidak disesuaikan, indeks permintaan akhir naik 3,4 persen pada Juni, kenaikan selama 12 bulan terbesar sejak naik 3,7 persen pada November 2011.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,58 persen pada 94,701 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke 1,1672 dolar dari 1,1749 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3205 dolar dari 1,3215 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7370 dolar dari 0,7402 dolar.

Selain itu dolar AS membeli 112,03 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9962 franc Swiss dari 0,9924 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3208 dolar Kanada dari 1,3120 dolar Kanada.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id