Emas Dunia 'Dipaksa' Melangkah Mundur
Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah atau terpaksa melangkah mundur pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah meningkatnya dolar Amerika Serikat (USD). Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD5,70 atau 0,46 persen menjadi ditutup pada USD1.231,10 per ons.

Mengutip Xinhua, Kamis, 25 Oktober 2018, indeks dolar USD, indeks greenback yang mengukur terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,52 persen menjadi 96,45. Emas dan USD biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika USD naik, emas berjangka akan turun karena emas, harga dalam USD menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Emas berjangka, di sesi sebelumnya, mencapai level tertinggi sejak 16 Juli. Aksi ambil untung pada Rabu juga berkontribusi terhadap jatuhnya emas, kata analis. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 221,43 poin atau 0,88 persen pada 1726 GMT. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami penurunan signifikan.

Jatuhnya ekuitas akan mendukung emas, karena investor mungkin berduyun-duyun ke aset safe haven, sehingga membatasi penurunan emas. Selain itu, sejumlah peristiwa geopolitik juga biasanya memberikan efek terhadap pergerakan emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 11,7 sen atau 0,79 persen menjadi ditutup pada USD14,676 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun sebanyak USD3,9 atau 0,47 persen menjadi menetap di USD831,50 per ons.

Di sisi lain, United Parcel Service mendaftarkan laba yang disesuaikan per saham sebesar USD1,82, sesuai dengan ekspektasi analis. Pendapatannya mencapai USD17,44 miliar, nyaris kehilangan ekspektasi. Saham perusahaan turun 5,52 persen setelah mengatakan kebijakan perdagangan AS membebani laba operasi.

Komponen Dow yakni Boeing melaporkan laba yang disesuaikan sebesar USD3,58 per saham dan pendapatan mencapai USD25,15 miliar, melampaui perkiraan analis. Raksasa kedirgantaraan itu menaikkan perkiraan pendapatan penuh di 2018 dari kisaran USD14,90 menjadi USD15,10, naik dari proyeksi sebelumnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id