Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Ekonomi Makro Tiongkok Stabil

Ekonomi ekonomi china
Ade Hapsari Lestarini • 21 Maret 2019 07:20
Beijing: Meskipun ada beberapa faktor yang tidak menguntungkan, ekonomi makro Tiongkok tetap stabil dalam dua bulan pertama, sebuah laporan mengatakan.
 
Akademi Nasional Pengembangan dan Strategi di bawah Renmin University of Tiongkok mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa perekonomian berkinerja baik selama periode Januari-Februari terhadap dampak dari kemunduran globalisasi, multilateralisme yang frustrasi, dan pasar keuangan global yang tidak stabil.
 
Melansir Xinhua, Kamis, 21 Maret 2019, reformasi struktural sisi penawaran selangkah lebih maju, dan pertumbuhan kualitas terus diupayakan, kata laporan itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sederet indikator mulai dari output industri hingga penjualan ritel yang diterbitkan oleh Biro Statistik Nasional telah menunjukkan tahun ini perekonomian memulai dengan stabil. Sehingga pendorong pertumbuhan baru dan melanjutkan pertumbuhan yang kuat. Inflasi yang jinak juga menjamin kelonggaran untuk manuver kebijakan.
 
Namun, laporan itu mengatakan masalah struktural masih ada dan akan ada koreksi dari perubahan ekonomi. Sehingga lebih banyak yang harus dilakukan untuk memperdalam reformasi dan memperkuat sektor swasta.
 
Pengembangan sektor swasta secara langsung menentukan kinerja ekonomi, kata laporan itu, seraya menambahkan bahwa reformasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bisnis swasta akan meningkatkan kepercayaan bisnis.
 
Menurut laporan kerja pemerintah yang tersedia untuk media massa menjelang sesi legislatif tahunan terungkap bahwa Tiongkok telah menetapkan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada angka 6-6,5 persen untuk 2019. Berbagai macam upaya siap dijalankan guna mencapai target dimaksud.
 
Mengutip Antara, Selasa, 5 Maret 2019, Tiongkok bertujuan untuk mempertahankan tingkat inflasi konsumen sekitar tiga persen dan menciptakan lebih dari 11 juta pekerjaan baru perkotaan. Tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei diproyeksikan akan tetap sekitar 5,5 persen.
 
Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan, menurut laporan yang akan disampaikan di sesi kedua Kongres Rakyat Nasional ke-13, badan legislatif nasional Tiongkok, tercatat 4,5 persen.
 
"Target yang diproyeksikan di atas ambisius tetapi realistis --mereka mewakili tujuan kami meningkatkan pembangunan berkualitas tinggi, sesuai dengan realitas pembangunan Tiongkok saat ini, dan selaras dengan tujuan menyelesaikan pembangunan masyarakat yang cukup makmur di semua aspek," kata laporan itu.
 
Ekonom Morgan Stanley Robin Xing sebelumnya mengatakan Tiongkok akan memiliki ruang yang lebih besar untuk penyesuaian countercyclical guna menstabilkan ekonomi. Hal itu karena ada faktor yang lebih menguntungkan di dalam dan luar negeri.
 
Countercyclical adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga untuk mengantisipasi kerugian apabila terjadi pertumbuhan kredit dan/atau pembiayaan perbankan yang berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
 
"Dari perspektif global bank sentral telah mulai mengambil sikap moneter yang lebih dovish, khususnya Federal Reserve AS menjadi lebih berhati-hati dan sabar tentang penaikan suku bunga acuan yang memberikan lebih banyak kelonggaran bagi kebijakan pasar negara berkembang termasuk Tiongkok," kata Xing.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif