Presiden Tiongkok Xi Jinping (Mark Schiefelbein/AFP)
Presiden Tiongkok Xi Jinping (Mark Schiefelbein/AFP)

Tiongkok Terus Upayakan Ekonomi Berkembang Stabil

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 25 Februari 2019 12:01
Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan Tiongkok harus mencari perkembangan ekonomi yang stabil dengan tidak lupa untuk menangkis risiko terhadap sistem keuangannya. Hal ini sejalan dengan melemahnya pertumbuhan dan masih terjadinya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
 
Ekonomi Tiongkok tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir 30 tahun, mendorong para pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan dengan mengurangi kondisi kredit dan memotong pajak. Pemerintah Tiongkok terus berupaya agar perlambatan ekonomi tidak terus terjadi.
 
"Penting untuk fokus pada pencegahan risiko berdasarkan pertumbuhan yang stabil, sambil memperkuat penyesuaian countercylical kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dan memastikan bahwa ekonomi beroperasi dalam kisaran yang wajar," kata Xi, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 25 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Xi mencegah dan menyelesaikan risiko keuangan, terutama risiko keuangan sistemik adalah tugas mendasar. Hal itu menjadi penting agar perekonomian bisa terus tumbuh maksimal sejalan dengan mitigasi risiko yang lebih baik lagi, mengingat ketidakapastian tengah terjadi.
 
Sebelumnya, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menegaskan kembali bahwa Tiongkok tidak akan menggunakan stimulus "seperti banjir" seperti yang dilepaskan saat penurunan pertumbuhan ekonomi di masa lalu.
 
Tetapi setelah serentetan data yang lemah, investor mulai bertanya apakah Beijing perlu mempercepat atau meningkatkan dukungan untuk mengurangi risiko perlambatan yang lebih tajam. Sampai sekarang, Tiongkok telah menahan diri dari pemotongan suku bunga acuan untuk memacu ekonomi yang sedang melambat.
 
Adapun langkah itu dilakukan guna memudahkan biaya pembiayaan tetapi berisiko menambah tumpukan utang. Dalam konteks membebaskan lebih banyak dana untuk pinjaman kepada usaha kecil dan swasta, bank sentral telah memotong cadangan yang harus disisihkan bank lima kali dalam setahun terakhir.
 
Bulan lalu, bank-bank Tiongkok mencatat pinjaman paling baru, total 3,23 triliun yuan (USD481 miliar). Seorang pejabat bank sentral mengatakan bahwa pintu kredit telah dibuka dan adanya lompatan pinjaman menunjukkan langkah-langkah pelonggaran baru-baru ini berhasil.
 
"Sektor keuangan Tiongkok harus melayani ekonomi riil, tetapi pertumbuhan yang stabil dan pencegahan risiko harus seimbang," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif