Harga Minyak Dunia Tertekan
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)
New York: Harga minyak dunia bergerak mundur atau harus tertekan lebih lanjut pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang menunggu data cadangan minyak Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan akan segera dirilis. Di sisi lain, negara anggota OPEC terus berupaya memacu harga minyak bergerak ke level yang lebih tinggi lagi.

Mengutip Xinhua, Rabu, 31 Oktober 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun USD0,86 untuk menetap di USD66,18 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD1,43 menjadi USD75,91 per barel di London ICE Futures Exchange.

Administrasi Informasi Energi (EIA) akan merilis data persediaan minyak mentah AS dalam laporan mingguannya pada Rabu waktu setempat, yang secara luas diperkirakan menunjukkan peningkatan selama enam minggu berturut-turut. Analis mengantisipasi data resmi untuk adanya kenaikan 3,2 juta barel, menurut survei Bloomberg.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat membuat komoditi yang dihargakan dalam USD kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,45 persen pada 97,0104 pada akhir perdagangan.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 431,72 poin atau 1,77 persen menjadi 24.874,64. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 41,38 poin atau 1,57 persen menjadi 2.682,63. Indeks Nasdaq Composite meningkat 111,36 poin atau 1,58 persen menjadi 7.161,65.

Saham Intel dan Boeing masing-masing naik sebanyak 5,20 persen dan 4,27 persen, memimpin para pemenang di Dow Jones. Sedangkan saham Caterpillar dan Nike naik lebih dari tiga persen pada penutupan, juga di antara para pemain terbaik.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan layanan komunikasi dan energi masing-masing naik sebanyak 2,49 persen dan 2,30 persen, memimpin kenaikan. Saham produsen cip AS Nvidia melonjak 9,36 persen, berkontribusi pada kenaikan Nasdaq.

Saham Coca-Cola diperdagangkan sekitar 2,5 persen lebih tinggi setelah perusahaan melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Kemudian saham Armor melonjak lebih dari 27 persen setelah merek pakaian atletik AS melaporkan laba kuartal ketiga dan penjualan yang melampaui perkiraan analis.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id