BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh Landai

Annisa ayu artanti 15 November 2018 20:12 WIB
ekonomi global
BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh Landai
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Medcom/Husen M.
Jakarta: Bank Indonesia memprediksi kondisi ekonomi global akan tumbuh landai lantaran ketidakpastian pasar keuangan global. Melemahnya pertumbuhan ekonomi Eropa dan Amerika Serikat menjadi pemicu melambatnya perekonomian global.

"Ekonomi global tumbuh melandai dan tidak seimbang," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Perry menjelaskan, ekonomi Amerika Serikat tumbuh kuat di 2018 namun diperkirakan akan mengalami konsolidasi di 2019. Pada saat itu ekspektasi inflasi Amerika Serikat tetap tinggi sehingga the Fed diperkirakan melanjutkan kenaikan suku bunga kebijakannya.

Lalu, lanjut Perry, pertumbuhan ekonomi di Eropa juga cenderung melambat di tengah inflasi yang meningkat. Normalisasi kebijakan moneter di Eropa yang saat ini dilakukan melalui pengurangan pembelian aset keuangan diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Sementara, di negara berkembang, pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga terus melambat disebabkan berlanjutnya proses deleveraging di sistem keuangan dan pengaruh ketegangan hubungan dagang dengan Amerika Serikat.

"Pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai dan risiko memburuknya hubungan dagang antar negara akan berdampak pada tetap rendahnya volume perdagangan dunia," jelas dia.

Di sisi lain, Perry menambahkan, di tengah tren perlambatan ekonomi dunia perekonomian Indonesia pada triwulan III-2018 tumbuh cukup kuat yaitu sebesar 5,17 persen (yoy). Kuatnya perekonomian Indonesia didukung permintaan domestik.

Kenaikan permintaan domestik ditopang tingginya pertumbuhan investasi yang berkaitan dengan proyek infrastruktur pemerintah. Sementara itu, kontribusi ekspor neto tercatat negatif akibat menurunnya kinerja ekspor sejalan dengan permintaan global yang melemah.

"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2018 sekitar 5,1 persen," pungkas dia.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id