Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Terpangkas

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 13 November 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia terpangkas karena dibebani oleh kekhawatiran atas melemahnya permintaan energi. Tidak ditampik, Pedagang terus khawatir tentang perlambatan ekonomi global, yang akan mengurangi prospek permintaan bahan bakar.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 13 November 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember merosot USD0,06 menjadi di USD56,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari turun USD0,12 menjadi USD62,06 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sejauh ini, pelaku pasar masih prihatin atas kelebihan pasokan karena bisa memengaruhi pergerakan harga minyak. Sedangkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya diperkirakan membahas apakah akan menerapkan pengurangan produksi yang lebih besar ketika mereka bertemu berikutnya pada awal Desember atau tidak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya, sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga agar harga minyak dunia tidak jatuh.
 
Di sisi lain, sebagian besar saham-saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), setelah pidato Presiden AS Donald Trump mengenai ekonomi dan pasar saham negara itu. Meski demikian, tetap ada kekhawatiran dari pelaku pasar mengenai ketidakpastian hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average tidak berubah dan mendekati 27.691,49. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 4,83 poin atau 0,16 persen menjadi 3.091,84. Indeks Komposit Nasdaq naik 21,81 poin atau 0,26 persen menjadi 8.486,09.
 
Dalam pidatonya, Trump mengkritik kebijakan moneter Federal Reserve dengan mengatakan keraguan bank sentral AS dalam menurunkan suku bunga membatasi pertumbuhan ekonomi AS dan pasar saham. Dia mencatat bahwa sejak pemilihannya S&P 500 telah meningkat lebih dari 45 persen.
 
Kemudian, Dow Jones Industrial Average meningkat lebih dari 50 persen dan Nasdaq Composite naik 60 persen. "Jika kami memiliki Federal Reserve yang bekerja dengan kami, Anda bisa menambahkan 25 persen ke masing-masing angka itu, saya jamin itu," kata Trump.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif