Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Tiongkok Memperbarui Daftar Negatif Investasi Asing

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 01 Mei 2019 15:03
Beijing: Daftar negatif pendek untuk investasi asing akan dirilis pada semester pertama tahun ini untuk memperluas akses pasar bagi investor asing. Langkah itu diharapkan memberi katalis positif terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok, termasuk menekan sejumlah risiko yang bisa datang kapan saja dan di mana saja.
 
Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, yang juga wakil Perwakilan Perdagangan Internasional Tiongkok, mengatakan dalam konferensi pers bahwa kementerian tersebut bekerja sama dengan departemen terkait untuk lebih jauh memangkas daftar negatif dan mengoptimalkan lingkungan investasi terkait perusahaan yang didanai asing.
 
Ketika Undang-Undang Penanaman Modal Asing yang disetujui oleh badan legislatif nasional akan berlaku mulai 1 Januari 2020, kementerian sedang mempertimbangkan peraturan pendukung dan peraturan yang layak untuk menumbuhkan lingkungan pasar bermain yang stabil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk transparan, dapat diprediksi, dan tingkat permainan yang seimbang," kata Wang, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 1 Mei 2019.
 
Dia mengatakan upaya akan dilakukan untuk memastikan perlindungan hak dan kepentingan pemilik properti intelektual asing, untuk melarang transfer teknis paksa dan guna meningkatkan perlindungan rahasia dagang.
 
Selain itu, kementerian juga akan mengoptimalkan mekanisme yang ada sehingga keluhan perusahaan-perusahaan asing dapat tepat waktu ditangani dengan lebih baik. Wang mengatakan kementerian sedang mempertimbangkan membuat katalog industri untuk mendorong investasi asing dan memajukan proyek-proyek besar.
 
Sebelumnya, Tiongkok merilis sejumlah data ekonomi resmi yang mengalahkan ekspektasi, termasuk angka Produk Domestik Bruto (PBD) yang ditunggu-tunggu. Pemerintah Tiongkok berharap kondisi perekonomian bisa terus membaik di masa-masa mendatang, yang sekaligus bisa menekan sejumlah risiko.
 
Beijing mencatat ekonomi tumbuh 6,4 persen secara tahun ke tahun di triwulan pertama 2019, melampaui 6,3 persen yang diperkirakan oleh para analis. Ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 6,4 persen secara tahun ke tahun di kuartal keempat tahun lalu, dan 6,8 persen pada kuartal pertama 2018.
 
Raksasa ekonomi Asia itu juga merilis indikator ekonomi lainnya seperti produksi industri melonjak 8,5 persen secara tahun ke tahun di Maret -melonjak melewati 5,9 persen yang diperkirakan dan mencatat pertumbuhan tercepat sejak Juli 2014.
 
Sedangkan penjualan ritel untuk Maret tumbuh sebesar 8,7 persen secara tahun ke tahun dan mengalahkan proyeksi yang sebesar 8,4 persen. Investasi aset tetap pada kuartal pertama meningkat 6,3 persen secara tahun ke tahun atau sesuai dengan harapan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif