Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Emas Dunia Terlibas Penguatan Dolar AS

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
14 Desember 2018 07:30
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange bergerak melemah pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap euro dan sekeranjang mata uang utama lainnya.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 14 Desember 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 turun USD2,60 atau 0,21 persen menjadi menetap di USD1.247,40 per ons. Indeks USD, indeks greenback yang mengukur terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,05 persen menjadi 97,04 pada 1823 GMT.
 
Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mengumumkan untuk mengakhiri program pembelian aset empat tahun besar-besaran, sementara mempertahankan suku bunga utama untuk kawasan euro tidak berubah, seperti yang diperkirakan sebagian besar analis.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden ECB Mario Draghi mengakui risiko penurunan ekonomi zona euro, yang menyebabkan merosotnya euro terhadap dolar AS. Ketika USD menguat, emas berjangka biasanya akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 naik 0,4 persen atau 0,03 persen menjadi ditutup pada USD14,855 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD9,6 atau 1,19 persen menjadi menetap di USD797,50 per ons.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 70,11 poin atau 0,29 persen menjadi 24.597,38. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 0,53 poin atau 0,02 persen menjadi 2.650,54. Indeks Nasdaq Composite turun 27,98 poin atau 0,39 persen menjadi 7.070,33.
 
Pasar optimistis di sesi awal dengan Dow Jones melompat lebih dari 200 poin pada level tertingginya. Optimisme tentang perdagangan dan reli saham General Electric (GE) berkontribusi pada kenaikan awal ekuitas, namun ketidakpastian masih bertahan dan membatasi kenaikan pasar, para ahli mencatat.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi