Geopolitik Memanas dan Prediksi Kenaikan Tajam Harga Minyak Dunia
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
New York: Era harga minyak mentah yang berlebihan di seluruh dunia dan harga rendah dinilai akan segera berakhir. Hal ini sejalan dengan peristiwa global yang tengah memanaskan harga minyak mentah. Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan serangan ke Suriah mendorong pergerakan harga 'emas hitam' tersebut.

Pada Jumat lalu, Trump memerintahkan pasukan AS untuk bergabung dengan Prancis dan Inggris guna meluncurkan serangan yang ditargetkan ke Suriah, sebagai pembalasan atas serangan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah. Hal itu dilakukan meski Suriah menegaskan tidak melakukan serangan tersebut.

Sementara di belahan dunia lain sudah dalam kekacauan, kejatuhan Suriah mengungguli dinamika yang terjadi sekarang ini. Kondisi itu lantaran permintaan minyak dunia sudah mencapai puncaknya mendekati musim panas ini dan harga minyak dijaga dalam kisaran baru dan lebih tinggi.

"Suriah adalah klien bagi Rusia dan Iran," klaim Analis Energi Again Capital John Kilduff, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 16 April 2018.

Tidak hanya minyak mentah, harga persediaan juga rentan bergerak akibat memanasnya geopolitik. Si emas hitam ini sudah diperkirakan akan mencapai level tertinggi empat tahun pada musim panas ini. "Bantal persediaan hilang. Ada bantal pengaman, dan itu hilang. Banyak hal terjadi pada saat yang sama," kata Wakil Ketua IHS Markit Daniel Yergin.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 7,8 persen dalam seminggu terakhir dan diperdagangkan mendekati USD73 per barel di pasar berjangka untuk pertama kalinya sejak Desember 2014. Yergin menilai minyak mentah Brent bisa berada di orbit USD70.




Harga minyak melonjak pada minggu lalu setelah Trump mengatakan AS akan merespons secara militer terhadap penggunaan senjata kimia Suriah pada warganya Sabtu lalu, menewaskan lusinan dan melukai ratusan orang lainnya. Itu memicu tanggapan yang keras dari Rusia.

Sementara analis industri tidak menyerukan harga yang lebih tinggi dan tajam di tengah memanasnya geopolitik. Adapun mereka mengatakan pasar rentan terhadap harga yang lebih tidak menentu karena pasokan global telah terkuras secara dramatis selama tahun lalu karena permintaan telah meningkat.

"Karena persediaan mengering dan kita rentan terhadap lonjakan yang super lagi," kata Kilduff. 

Harga minyak juga telah menguat karena pemberontak Houthi di Yaman telah meningkatkan kampanye menembakkan rudal ke Arab Saudi, baik di fasilitas minyak maupun di daerah sipil, tetapi upaya-upaya itu sejauh ini gagal. Meski demikian, yang terjadi di Yaman lebih dipandang sebagai perang proksi antara Iran dan Arab Saudi yang dengan mudah bisa memanas.

"Ketika Anda melihat eskalasi di Suriah, itu meningkatkan risiko eskalasi di tempat lain. Apakah itu Yaman, apakah itu Arab Saudi timur, atau Iran atau Irak, itu dapat menimbulkan ketegangan di seluruh Timur Tengah," kata Kepala Penelitian Komoditas Energi Barclay Michael Cohen.

"Jika latar belakang fundamental kuat, hal-hal ini akan menjadi masalah. Jika latar belakang fundamental lemah, itu tidak akan menjadi masalah," tambahnya.

Tetapi sudah ada faktor lain yang bisa menjadi kartu liar untuk pasokan minyak, yang mempengaruhi harga minyak. Salah satunya adalah kesepakatan nuklir Iran, yang AS dapat memilih untuk keluar pada Mei. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton diperkirakan mendorong Trump untuk membatalkan kesepakatan, yang berarti kembali kepada sanksi AS terhadap produksi minyak Iran dan sektor keuangannya.

Ketidakpastian lain adalah Venezuela, di mana perusahaan minyak negara PDVSA telah melihat produksinya berkurang setengahnya karena tekanan ekonomi dan kemampuannya untuk memompa dan memproses minyak mentah memburuk. AS dapat menyetujui sektor minyak yang sudah tertekan jika Presiden Nicolas Maduro melanjutkan dengan pemilihan pada Mei.





(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id