Amerika Serikat Dinilai Terlalu Banyak Berutang
Ketua The Fed Janet Yellen (MANDEL NGAN/AFP)
New York: Amerika Serikat (AS) dinilai mengambil terlalu banyak utang sehingga berpotensi menjadi masalah besar yang menghambat kemajuan ekonomi di masa mendatang. Pemerintah AS harus mewaspadai potensi utang yang membengkak agar tidak menimbulkan risiko yang menganggu aktivitas perekonomian.

"Jika saya memiliki tongkat sihir, saya akan menaikkan pajak dan memotong pengeluaran pensiun," kata mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 3 November 2018.

Defisit fiskal AS naik menjadi USD779 miliar pada tahun fiskal 2018, naik sebanyak 17 persen dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya. Ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang (UU) di akhir tahun lalu yang memangkas tarif pajak perusahaan jadi 21 persen dari 35 persen.

Tingkat pengeluaran naik ke level tertinggi dalam enam tahun, sementara pendapatan hanya meningkat sedikit. Yellen mencatat ini hanya akan bertambah buruk karena semakin banyak baby boomer pensiun dan pengeluaran untuk program pensiun serta perawatan kesehatan yang kian tumbuh.

Bahkan, Janet Yellen khawatir tentang peran ekonomi AS karena kedua negara yakni Amerika Serikat dan Tiongkok saling menjatuhkan tarif atas barang-barang satu sama lain. Tidak ditampik, kebijakan saling mengenakan tarif tersebut memberikan tekanan terhadap kedua negara dan berimbas ke ekonomi dunia.

Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan sebelumnya menilai sudah saatnya membiarkan ekonomi Amerika Serikat berjalan sendiri. Dalam artian, the Fed sudah berada di jalur yang benar untuk menaikkan sejumlah suku bunga acuan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak 'kepanasan'.

Di saat the Fed tengah dikritik keras oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kaplan menegaskan pembuat kebijakan di the Fed berada di jalur yang benar dengan pendekatan bertahap mereka untuk menaikkan suku bunga. Apalagi, kenaikan suku bunga acuan dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi perekonomian AS.

Tingkat pengangguran berjalan pada posisi 3,7 persen dan tingkat inflasi ada di atas target dua persen the Fed. Adapun Federal Reserve telah memenuhi mandat ganda di mana Komite Pasar Terbuka Federal telah menaikkan suku bunga acuannya tiga kali tahun ini dan berada di jalur untuk kenaikan keempat pada Desember.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id