Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

Pertumbuhan Ekonomi AS Diyakini Capai 3% di 2019

Ekonomi ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 15 Desember 2018 19:03
New York: Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett meyakini pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi pada 2019, meski banyak yang menilai ekonomi negara Paman Sam justru melambat. Hal itu dikarenakan adanya ledakan investasi bisnis dan strategi perdagangan dari Presiden AS Donald Trump.
 
Hassett, yang juga Ketua Dewan Penasihat Ekonomi optimistis meski pasar perumahan melambat tetapi tidak akan menghambat keseluruhan perekonomian Amerika Serikat. Produk Domestik Bruto (PDB) telah naik rata-rata 3,3 persen pada tiga kuartal pertama 2018 dan diperkirakan naik tiga persen pada kuartal keempat.
 
"Kami pasti akan berada di tiga persen (untuk pertumbuhan ekonomi) atau di atas tiga persen juga untuk tahun depan," kata Hassett, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sebagian besar ekonom tidak setuju dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat moderat dengan kisaran 2-2,5 persen pada 2019. Bahkan, Federal Reserve memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat berada di angka 2,5 persen. Kondisi itu sejalan dengan hadirnya sejumlah risiko seperti sengketa dagang.
 
Adapun Gedung Putih menempatkan harapannya pada pertumbuhan investasi bisnis yang dipicu oleh pemotongan pajak pada akhir 2017, yang mengurangi pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 21 persen. Meski banyak yang mengkritik, namun Trump tetap menjalankan kebijakan itu dengan alasan mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Hassett mengakui lonjakan dalam investasi bisnis agak sedikit melenceng. Akan tetapi dia tetap berharap kondisi itu bisa berlanjut karena perusahaan-perusahaan mengembalikan laba yang disimpan di luar negeri. Kondisi itu bisa memicu menggeliatnya investasi di dalam negeri dan nantinya mendukung perekonomian.
 
Di sisi lain, dia memuji kenaikan gaji pekerja, meski ia secara keliru mengatakan upah riil tumbuh di atas satu persen dari tahun ke tahun. Angka Departemen Tenaga Kerja terbaru yang dirilis menunjukkan adanya kenaikan 0,8 persen. Penghasilan per jam rata-rata tidak disesuaikan untuk inflasi naik 3,1 persen di November.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif