Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Dolar AS Lemah

Ekonomi dolar as
Ade Hapsari Lestarini • 16 Oktober 2019 08:27
New York: Gerak dolar AS turun terhadap poundsterling Inggris di akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Pelemahan ini terjadi setelah laporan berita menunjukkan negosiator Inggris dan Uni Eropa (UE) mendekati kesepakatan rancangan Brexit.
 
Para pejabat Uni Eropa dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa mungkin ada terobosan kesepakatan sebelum Selasa. Hal ini pun membuat pergerakan mata uang Paman Sam terkoreksi.
 
Melansir Xinhua, Rabu, 16 Oktober 2019, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 98,2867 pada akhir perdagangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu pada akhir perdagangan New York, euro malah naik menjadi 1,1034 dolar AS dari 1,1031 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2781 dolar dari 1,2576 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6752 dolar dari 0,6774 dolar.
 
Dolar dibeli 108,84 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9986 franc Swiss dari 0,9969 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3203 dolar Kanada dari 1,3230 dolar Kanada.
 
Di sisi lainindeks Dow Jones Industrial Average naik 237,44 poin atau 0,89 persen menjadi 27.024,80. Indeks S&P 500 meningkat 29,53 poin atau 1,00 persen menjadi 2.995,68. Indeks Nasdaq Composite menguat 100,06 poin atau 1,24 persen menjadi 8.148,71.
 
Para investor mencerna perkiraan penurunan pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF), yang dipatok pada tingkat tiga persen untuk 2019, menandai laju paling lambat sejak krisis keuangan global.

 
Pertumbuhan diharapkan turun 0,2 poin dari estimasi pada Juli, menurut laporan Outlook Ekonomi Dunia terbaru yang dikeluarkan pada Selasa.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif