Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL
Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL

Bursa Saham Inggris Menguat

Ekonomi bursa saham ekonomi inggris
Antara • 20 November 2019 09:45
London: Bursa saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat 0,22 persen atau 16,10 poin, menjadi 7.323,80 poin.
 
Mengutip Antara, Rabu, 20 November 2019, Halma, kelompok perusahaan teknologi yang membuat produk untuk deteksi bahaya dan perlindungan jiwa, melonjak 8,45 persen, merupakan peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.
 
Disusul oleh saham perusahaan penjaminan, inspeksi, pengujian produk dan sertifikasi multinasional Inggris Intertek Group dan perusahaan pelayanan perawatan kesehatan NMC Health, yang masing-masing meningkat 3,69 persen dan 3,59 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Ferguson, distributor produk pipa dan pemanas multinasional, adalah pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,12 persen. Diikuti oleh saham perusahaan energi Skotlandia SSE yang berkurang 1,53 persen, serta perusahaan pembangunan perumahan Inggris Persimmon turun 1,51 persen.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), terseret oleh penurunan tajam dari saham Home Depot. Di sisi lain, para investor masih memerhatikan keberlanjutan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang sekarang ini kembali mengalami hambatan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 102,20 poin atau 0,36 persen menjadi 27.934,02. Sementara S&P 500 turun 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.120,18. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 20,72 poin atau 0,24 persen menjadi 8.570,66.
 
Saham Home Depot ditutup turun 5,44 persen, memimpin penghambat di indeks Dow. Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 mundur pada penutupan, dengan energi turun 1,47 persen, kelompok berkinerja terburuk. Perawatan kesehatan naik 0,65 persen, melampaui sisanya.
 
Di depan data, perumahan AS mulai meningkat 3,8 persen menjadi 1,314 juta unit pada Oktober, Departemen Perdagangan mengatakan. Ada harapan agar data perumahan AS ini bisa terus membaik di masa-masa mendatang karena bisa menjadi indikator penting terhadap perekonomian AS.
 
Sementara itu, negosiasi perdagangan berisiko tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali mengalami masalah ketika kedua negara berusaha untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas. Tidak dipungkiri, kondisi tersebut bakal menghilangkan angin segar di pasar keuangan dan pasar saham yang kini perlahan mulai membaik.
 
"AS berusaha untuk mengamankan konsesi yang lebih kuat dari Tiongkok untuk mengatur perlindungan kekayaan intelektual dan guna menghentikan praktik transfer teknologi paksa sebagai imbalan untuk menarik kembali beberapa tarif," mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif