Aktivitas Pabrik Tiongkok Melampui Ekspektasi di Mei 2018
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Beijing: Pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa aktivitas pabrik tumbuh lebih dari yang diharapkan pada Mei dengan Indeks Manajer Pembelian manufaktur resmi (PMI) mencapai 51,9. Kondisi tersebut merupakan tingkat tertinggi sejak Oktober 2017 dan diharapkan bisa memberi stimulus terhadap perekonomian.

PMI manufaktur Tiongkok diperkirakan turun ke 51,3 pada Mei dari 51,4 pada April, menurut jajak pendapat ekonom. Pembacaan di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara pembacaan di bawah ini menunjukkan kontraksi sinyal yang diharapkan tidak terjadi pada perekonomian Tiongkok.

"Faktor permintaan-permintaan yang kuat dan keuntungan dalam harga komoditas global berkontribusi pada peningkatan pembacaan PMI manufaktur di Mei," kata Ahli Statistik di Biro Statistik Nasional Tiongkok Zhao Qinghe, seperti dikutip dari CNBC, Jumat, 1 Juni 2018.

Sementara itu, Tiongkok melaporkan, layanan PMI di posisi 54,9 pada Mei dibandingkan dengan posisi 54,8 pada April seiring transisi raksasa manufaktur ke layanan dan ekonomi yang dikendalikan oleh konsumsi.

"Sangat mengesankan bahwa Tiongkok telah mampu mempertahankan momentumnya terlepas dari fakta bahwa jelas Presiden Xi Jinping sedang memenuhi janjinya untuk mungkin mengorbankan sedikit kekuatan ekonomi demi stabilitas," kata Kepala Ekonom Northern Trust Carl Tannenbaum, mengacu pada reformasi keuangan di Tiongkok.

Data ekonomi dari Tiongkok sedang diawasi ketat di tengah ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington ketika Presiden AS Donald Trump memperbesar defisit perdagangan Amerika dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Awal pekan ini, Gedung Putih mengumumkan telah memiliki daftar akhir USD50 miliar dalam impor yang akan dikenakan tarif 25 persen pada 15 Juni, dan dua minggu kemudian akan mengumumkan pembatasan investasi pada akuisisi.

 



(ABD)