WEF 2018 Promosikan Revolusi Industri Keempat
Pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab. (FOTO: AFP)
Hanoi: Pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab memfokuskan semua upaya untuk mempertahankan sistem perdagangan multilateral dan mempromosikan revolusi industri keempat.

Melansir Xinhua, Rabu, 12 September 2018, WEF mendukung sistem perdagangan multilateral yang bisa memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke sistem terbuka. Menurut organisasi tersebut, di masa depan, pemenang kompetisi perdagangan adalah mereka yang menguasai revolusi industri keempat.

Demikian disampaikan Schwab di sela-sela Forum Ekonomi Dunia 2018 tentang ASEAN yang berlangsung sejak Selasa hingga Kamis di ibu kota Vietnam, Hanoi.

Revolusi industri keempat mencakup konvergensi fisik, digital dan biologi yang diikuti dengan terobosan teknologi di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI), robotika, Internet of Things dan kendaraan otonom. Mereka yang unggul teknologi AI akan memiliki daya saing yang lebih kompetitif. Teknologi baru tersebut akan memainkan peran kunci dalam semua proses industri.

Schwab berpidato di forum terbuka bertema "ASEAN 4.0 for All?" yang menjadi kegiatan pertama Forum Ekonomi Dunia 2018 tentang ASEAN.

Schwab menyatakan bahwa revolusi tidak hanya mengubah model bisnis dan pola kompetisi tetapi juga sistem ekonomi dan masyarakat. Dia percaya bahwa negara-negara yang sukses adalah mereka yang memanfaatkan kesempatan yang ada.

Dia menyerukan hal ini kepada pemerintah di dalam dan di luar ASEAN agar mengajukan kebijakan untuk mendorong dan mempromosikan kewirausahaan dan revolusi industri keempat.

"Negara-negara harus menciptakan ekosistem bisnis yang menyuburkan inovasi dan memulai dan memfasilitasi perkembangan mereka, dan memastikan bahwa semua kelas sosial, termasuk pemuda dan siswa, secara aktif dan positif menanggapi revolusi industri keempat, tidak takut itu menyebabkan hilangnya pekerjaan, tetapi bersiap-siap untuk memahami pekerjaan baru dan peluang lain yang ditimbulkannya," jelasnya.

Adapun peserta yang mengikuti forum terbuka WEF ini antara lain pejabat pemerintah dan perusahaan, akademisi serta peneliti, yang memfokuskan diskusi mereka tentang bagaimana memastikan bahwa potensi yang ditawarkan oleh perusahaan perintis dan wirausaha dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi semua orang.

Hingga 80 perusahaan start-up paling inovatif dari kawasan ASEAN tampil untuk pertama kalinya di Forum WEF 2018 yang mengusung tema "Kewirausahaan dan Revolusi Industri Keempat."



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id