USD Berjaya Didorong Kenaikan Imbal Hasil Obligasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir setelah data ekonomi menguat.

Mengutip Antara, Jumat, 18 Mei 2018, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,07 persen menjadi 93,462 pada akhir perdagangan. Sedangkan indeks untuk aktivitas manufaktur saat ini di wilayah tersebut meningkat 11 poin menjadi 34,4, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 21,0.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1799 dari USD1,1802 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3508 dari USD1,3482 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,7509 dari USD0,7515.

Sedangkan USD dibeli 110,74 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,26 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD tidak berubah di 1,0013 franc Swiss dari 1,0013 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2797 dolar Kanada dari 1,2791 dolar Kanada.



Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang dijadikan sebagai acuan, naik lebih dari 3,11 persen pada Kamis 17 Mei, pertama kalinya sejak 2011. Sementara imbal hasil surat utang pemerintah bertenor dua tahun melayang di sekitar tingkat tertingginya dalam satu dekade.

Imbal hasil, sebuah barometer untuk suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan instrumen keuangan lainnya, telah melonjak baru-baru ini di tengah kekhawatiran pasar atas meningkatnya inflasi, yang memicu spekulasi para investor tentang kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 12 Mei, aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran AS berdiri di 222.000 disesuaikan secara musiman, meningkat 11.000 dari tingkat tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 211.000, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id