Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Virus Korona Mereda

Wall Street Tembus Rekor Tertinggi Baru

Ekonomi wall street
Antara • 07 Februari 2020 07:09
New York: Wall Street menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Indeks utama mencapai rekor tertinggi baru didorong berkurangnya kekhawatiran terhadap kejatuhan ekonomi akibat wabah virus korona di Tiongkok.
 
Melansir Antara, Jumat, 7 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,92 poin atau 0,30 persen menjadi 29.379,77. Indeks S&P 500 meningkat 11,09 poin atau 0,33 persen menjadi 3.345,78. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 63,47 poin atau 0,67 persen menjadi 9.572,15.
 
Di antara sektor utama S&P 500, layanan komunikasi dan teknologi memimpin kenaikan, sementara sektor energi turun paling besar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiongkok mengatakan akan memangkas separuh tarif tambahan yang dikenakan terhadap beberapa barang AS, yang dilihat oleh analis sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan setelah virus korona yang menyebar cepat mengganggu bisnis dan memicu volatilitas pasar secara luas.
 
"Satu hal utama yang semua orang telah dengarkan dan tonton serta lihat bagaimana hal itu menggerakkan pasar adalah virus korona. Berita utama agak netral akhir-akhir ini, dan itu telah diterima pasar," kata Jonathan Corpina, mitra pengelola senior untuk Meridian Equity Partners di New York.
 
Faktor lain pendorong penguatan Wall Street adalah data yang menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun ke level terendah sembilan bulan minggu lalu, dengan investor mengamati laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada Jumat.
 
Sekalipun ada optimisme tentang pengendalian kerusakan ekonomi yang luas dari virus korona, dampak darurat kesehatan di Tiongkok terus muncul dalam laporan perusahaan. Pembuat cip Qualcomm Inc menandai ancaman potensial terhadap industri ponsel sejak wabah. Sahamnya turun 0,3 persen.
 
Di sisi lain investor juga mencerna pembebasan Presiden AS Donald Trump atas tuduhan pemakzulan pada Rabu waktu setempat.
 
Dengan musim pelaporan perusahaan kuartal keempat lebih dari setengahnya selesai, perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan memiliki peningkatan laba sebesar 2,1 persen untuk periode tersebut, menurut data IBES dari Refinitiv.
 
Dalam berita pendapatan, saham Becton Dickinson and Co jatuh 11,8 persen, memberikan kontribusi hambatan terbesar pada S&P 500, setelah perusahaan teknologi medis itu memangkas perkiraannya di 2020.
 
Saham Kellogg merosot 8,5 persen setelah pembuat sereal sarapan itu memperkirakan laba setahun penuh yang banyak meleset dari ekspektasi pasar.
 
Saham Twitter melonjak 15,0 persen setelah perusahaan media sosial itu melaporkan pendapatan kuartalan USD1 miliar untuk pertama kali. Sekitar 7,3 miliar saham berpindah tangan di bursa Amerika Serikat, di bawah rata-rata harian 7,7 miliar selama 20 sesi terakhir.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif