Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Stok AS Melemah
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak dunia ditutup lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) karena data resmi menunjukkan stok minyak Amerika Serikat (AS) turun lebih besar dari perkiraan. Di sisi lain, negara anggota OPEC terus mengupayakan harga minyak dunia bisa kembali ke level yang tinggi.

Mengutip Xinhua, Kamis, 14 Juni 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli naik 28 sen AS untuk menetap di USD66,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus bertambah 86 sen AS menjadi USD76,74 per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,1 juta barel menjadi 432,4 juta pekan lalu dan menandai penurunan satu minggu terbesar sejak akhir Maret, Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya.

Stok bensin turun 2,3 juta barel selama seminggu, sementara stok distilat turun 2,1 juta barel, kata EIA. Sementara itu, total produksi minyak mentah domestik AS naik sebesar 100 ribu barel per hari ke rekor mingguan baru sebesar 10,9 juta barel per hari pekan lalu, menurut EIA.



Sementara itu, Federal Reserve menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase yang merupakan kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketujuh sejak akhir 2015. Dengan demikian suku bunga Amerika Serikat (AS) sebesar 1,75 sampai dengan dua persen.

"Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market) memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga," kata bank sentral dalam keterangan resminya.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid dengan belanja rumah tangga meningkat dan investasi bisnis tetap tumbuh kuat.

 



(ABD)