Ilustrasi (AFP/Johannes EISELE)
Ilustrasi (AFP/Johannes EISELE)

Trump Pertahankan Tarif, Beijing Siapkan Pembalasan

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
09 Mei 2019 12:02
Washington: Presiden AS Donald Trump dengan senang hati akan mempertahankan tarif impor Tiongkok ketika kedua negara mempersiapkan pembicaraan baru untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan perdagangan yang goyah di tengah peningkatan tajam bea masuk AS.
 
Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa tarif barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen pada Jumat 20 Mei pukul 00.01 waktu setempat (04.01) GMT, tepat di tengah dua hari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan pejabat perdagangan utama Trump di Washington.
 
Sementara itu, Beijing mengumumkan akan membalasnya jika tarif naik. "Pihak Tiongkok sangat menyesalkan jika langkah-langkah tarif AS diterapkan dan Tiongkok akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok di situs web-nya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak Juli 2018 atas tuntutan AS bahwa kekuatan Asia itu harus mengadopsi perubahan kebijakan yang, antara lain, akan lebih melindungi kekayaan intelektual Amerika dan membuat pasar Tiongkok lebih mudah diakses oleh perusahaan-perusahaan AS.
 
Ekspektasi bergerak lebih tinggi baru-baru ini bahwa kesepakatan bisa dicapai, tetapi keretakan mendalam atas bahasa perjanjian yang diusulkan menjadi hambatan akhir pekan lalu.
 
Reuters, mengutip sumber-sumber pemerintah dan sektor swasta AS, melaporkan bahwa Tiongkok telah mundur pada hampir semua aspek dari rancangan perjanjian perdagangan dan mengancam akan menggagalkan negosiasi dan mendorong Trump untuk menaikkan tarif.
 
Trump, yang telah memeluk sebagian besar kebijakan proteksionisme sebagai bagian dari agendanya "America First", memperingatkan Tiongkok pada Rabu 8 Mei bahwa keliru jika berharap untuk menunda kesepakatan perdagangan sampai seorang Demokrat mengendalikan Gedung Putih.
 
"Alasan mundurnya Tiongkok dan upaya negosiasi ulang dari Kesepakatan Perdagangan adalah harapan tulus bahwa mereka akan dapat bernegosiasi dengan Joe Biden atau salah satu Demokrat yang sangat lemah," kata Trump, seorang Republikan, dalam cuitannya.
 
“Coba tebak, itu tidak akan terjadi! Tiongkok baru saja memberi tahu kami bahwa mereka (Wakil Perdana Menteri) sekarang datang ke AS untuk membuat kesepakatan. Kita akan lihat, tapi saya sangat senang dengan lebih dari USD100 miliar per tahun dalam tarif-tarif mengisi kas AS," tambahnya.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif