Harga Minyak Dunia Terus Tergelincir

Angga Bratadharma 02 November 2018 08:02 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Terus Tergelincir
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Harga minyak dunia memperpanjang pelemahan pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) dan menetapkan penurunan tersebut di jalur untuk minggu keempat berturut-turut. Adapun harga emas masih tertekan lantaran pasokan global terus meningkat yang berasal dari produsen minyak utama dunia.

Mengutip Xinhua, Jumat, 2 November 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun USD1,56 untuk menetap di USD63,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD2,07 menjadi USD72,97 per barel di London ICE Futures Exchange.

Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat melaporkan penumpukan stok minyak mentah Paman Sam untuk enam minggu berturut-turut dengan persediaan minyak mentah komersial naik sebanyak 3,2 juta barel pada pekan lalu. Kondisi itu tidak ditampik memberikan pengaruh terhadap harga minyak dunia.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mendorong produksi minyak pada Oktober ke level tertinggi sejak 2016, dengan Uni Emirat Arab dan Libya memimpin, menurut survei. Analis percaya peningkatan pasokan telah mengimbangi dampak negatif dan penurunan pengiriman Iran yang disebabkan sanksi baru AS terhadap Iran akan efektif pada 4 November.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 264,98 poin atau 1,06 persen menjadi 25.380,74. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 28,63 poin atau 1,06 persen menjadi 2,740.37. Indeks Nasdaq Composite naik 128,16 poin atau 1,75 persen menjadi 7.434,06.

Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan material dan consumer discretionary masing-masing menguat sebanyak 3,02 persen dan 2,23 persen, memimpin kenaikan. Utilitas menurun 0,53 persen, satu-satunya yang kalah dalam indeks.

Saham DowDuPont melonjak lebih dari delapan persen, memimpin para pemenang di Dow Jones. Perusahaan melaporkan laba kuartal ketiga yang mengalahkan perkiraan. Saham Apple naik 1,54 persen. Raksasa teknologi AS ini akan melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan Kamis, menarik perhatian investor.

Sentimen investor juga didorong oleh komentar dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengindikasikan potensi kemajuan dalam hubungan perdagangan AS-Tiongkok. Adapun Trump berharap mendapatkan kesepakatan dalam rangka memacu perdagangan Amerika Serikat di masa mendatang.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id