Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Iran Serang Pasukan AS, Harga Minyak Dunia Jatuh

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 09 Januari 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia jatuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), membalikkan lonjakan dalam perdagangan semalam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecilkan serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 9 Januari 2020, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun USD3,09 menjadi USD59,61 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret turun USD2,83 menjadi ditutup USD65,44 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Iran pada Rabu waktu setempat meluncurkan rudal balistik di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS sebagai balasan atas pembunuhan AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani. Kondisi ini akhirnya memberikan efek tersendiri terhadap pergerakan pasar minyak dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden AS Donald Trump mengatakan di Gedung Putih bahwa tidak ada korban dari pihak AS yang diakibatkan oleh serangan Iran. Trump juga menyebut bahwa Iran sepertinya mundur dari persoalan ini dan merupakan hal yang baik untuk semua pihak yang berkepentingan. Analis mengatakan pedagang menafsirkan komentar itu sebagai langkah menuju eskalasi.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena kekhawatiran pasar sebagian berkurang setelah komentar Presiden AS Donald Trump mengenai serangan rudal Iran terhadap pangkalan Irak yang menampung pasukan AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 161,41 poin atau 0,56 persen menjadi 28.745,09. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 15,87 poin atau 0,49 persen menjadi 3.253,05. Indeks Komposit Nasdaq naik 60,66 poin atau 0,67 persen menjadi 9.129,24.
 
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan teknologi naik 1,03 persen. Energi turun 1,74 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Pasar ekuitas AS AS telah bergejolak karena para pedagang bergulat dengan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas antara AS dengan Iran.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif