Ilustrasi (AFP/YE AUNG THU)
Ilustrasi (AFP/YE AUNG THU)

Pendiri WEF: Dunia Memasuki Era Ketidakstabilan

Ekonomi ekonomi dunia ekonomi global world economic forum
Angga Bratadharma • 19 Januari 2019 13:02
Jenewa: Pendiri World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab mengatakan dunia memasuki periode ketidakstabilan yang mendalam karena gangguan teknologi dari revolusi Industri 4.0 dan adanya penataan kembali geoekonomi dan geopolitik. Perlu ada upaya bersama untuk menekan kondisi tersebut agar tidak menimbulkan efek negatif.
 
Hal itu dikatakan Schwab dalam sebuah konferensi pers di markas WEF jelang pertemuan WEF 2019 yang akan berlangsung 22-25 Januari di Davos-Klosters, Swiss. Pertemuan tersebut menyatukan lebih dari 3.000 pemimpin dari bisnis, pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, seni dan budaya, media, para pakar, serta pemimpin muda terkemuka dari seluruh dunia.
 
Pertemuan tersebut akan diselenggarakan dengan tema 'Globalisasi 4.0: Membentuk Arsitektur Global di Era Revolusi Industri Keempat'. Tujuan dari pertemuan ini adalah mengidentifikasi model-model baru untuk perdamaian, inklusivitas, dan keberlanjutan agar sesuai dengan dunia di mana integrasi global lebih lanjut tidak terhindarkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan di mana model tata kelola global yang ada berjuang untuk mendorong aksi bersama di antara kekuatan-kekuatan dunia," kata Schwab, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 19 Januari 2019.
 
Schwab menambahkan gelombang keempat globalisasi perlu berpusat pada manusia, inklusif, dan berkelanjutan. "Kami memasuki periode ketidakstabilan global yang mendalam yang disebabkan oleh gangguan teknologi dari revolusi Industri 4.0 dan penataan kembali kekuatan geoekonomi dan geopolitik," kata Schwab.
 
Dirinya mengatakan semua yang mengambil bagian dalam pertemuan Davos perlu memanggil imajinasi dan komitmen yang diperlukan untuk mengatasi ketidakstabilan. Program di tahun ini rencananya mengadakan lebih dari 350 sesi, hampir setengah dari mereka disiarkan di web, dan pertemuan diselenggarakan dalam serangkaian dialog global.
 
Pertemuan ini mengumpulkan lebih dari 3.000 peserta dari 110 negara, termasuk mengumpulkan lebih dari 60 kepala negara dan pemerintah serta lebih dari 40 kepala organisasi internasional. Pertemuan diharapkan menghasilkan pemikiran dan upaya bersama untuk menekan sejumlah risiko.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif