Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Tiongkok Yakin Capai Target Ekonomi

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 16 November 2019 17:03
Beijing: Ekonomi Tiongkok terus berkembang dan tumbuh konsisten karena pemerintah secara kontinu mendorong reformasi dan membuka pasarnya terhadap investor asing. Hal itu terjadi lantaran Beijing menolak tekanan yang berkelanjutan dari ketidakpastian eksternal dan penyesuaian sturktural domestik.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 16 November 2019, bacaan indikator ekonomi utama yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) mengungkapkan pertumbuhan berkelanjutan dalam 10 bulan pertama, dengan produksi industri bernilai tambah meningkat 5,6 persen secara YoY.
 
Akan tetapi, tingkat pertumbuhannya datar dibandingkan dengan tiga kuartal pertama. Pada Oktober, produksi industri naik sebanyak 4,7 persen atau turun dari 5,8 persen yang terdaftar pada September. Investasi aset tetap tumbuh 5,2 persen, sementara penjualan ritel barang-barang konsumsi naik 8,1 persen pada periode Januari-Oktober.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara faktor jangka pendek telah menyebabkan fluktuasi dalam beberapa indikator, kegiatan ekonomi secara keseluruhan tetap stabil seperti tercermin dalam pertumbuhan, lapangan kerja, inflasi dan neraca pembayaran internasional," kata Juru Bicara NBS Liu Aihua.
 
"Tren stabilitas ekonomi secara keseluruhan dengan tanda-tanda perbaikan tidak berubah," tambah Liu.
 
Pasar pekerjaan Tiongkok secara umum tetap stabil, dengan tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei turun 0,1 poin menjadi 5,1 persen bulan lalu. Sebanyak 11,93 juta pekerjaan perkotaan baru diciptakan selama 10 bulan pertama, memenuhi target tahun ini untuk menambahkan lebih dari 11 juta pekerjaan perkotaan lebih cepat dari jadwal, menurut NBS.
 
"Pasar kerja yang stabil berarti pertumbuhan pendapatan yang stabil, yang akan menciptakan landasan yang kokoh untuk meningkatkan konsumsi," kata Liu.
 
Sebagai bukti kekuatan konsumsi negara itu, platform belanja online utama Tiongkok memecahkan rekor selama belanja Singles Day baru-baru ini. Alibaba mengatakan penjualan Singles Day pada platform belanja online-nya mencapai rekor 268,4 miliar yuan (sekitar USD38,3 miliar, menandai pertumbuhan tahun-ke-tahun sekitar 25,7 persen.
 
Sedangkan JD.com mencapai 204,4 miliar yuan dari 1-11 November dan volume pesanan Suning pada jam pertama setelah tengah malam pada 11 November meningkat sebesar 89 persen secara YoY. Di antara titik-titik cerah, industri jasa Tiongkok mempertahankan ekspansi stabil, dengan indeks produksi sektor jasa meningkat sebesar tujuh persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif