Ilustrasi. FOTO: Stan Honda/AFP
Ilustrasi. FOTO: Stan Honda/AFP

Pidato Trump Buat Wall Street Merekah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 13 November 2019 07:03
New York: Sebagian besar saham-saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), setelah pidato Presiden AS Donald Trump mengenai ekonomi dan pasar saham negara itu. Meski demikian, tetap ada kekhawatiran dari pelaku pasar mengenai ketidakpastian hubungan dagang antara AS dengan Tiongkok.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 13 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average tidak berubah dan mendekati 27.691,49. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 4,83 poin atau 0,16 persen menjadi 3.091,84. Indeks Komposit Nasdaq naik 21,81 poin atau 0,26 persen menjadi 8.486,09.
 
Dalam pidatonya, Trump mengkritik kebijakan moneter Federal Reserve dengan mengatakan keraguan bank sentral AS dalam menurunkan suku bunga membatasi pertumbuhan ekonomi AS dan pasar saham. Dia mencatat bahwa sejak pemilihannya S&P 500 telah meningkat lebih dari 45 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Dow Jones Industrial Average meningkat lebih dari 50 persen dan Nasdaq Composite naik 60 persen. "Jika kami memiliki Federal Reserve yang bekerja dengan kami, Anda bisa menambahkan 25 persen ke masing-masing angka itu, saya jamin itu," kata Trump.
 
Sekitar setengah dari 30 saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi dengan saham Walt Disney dan Merck & Co masing-masing naik 1,35 persen dan 1,01 persen, dua pemenang teratas. Tujuh dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi dengan sektor kesehatan naik 0,58 persen, memimpin kenaikan.
 
Sementara itu, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
 
Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
 
Satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.
 
Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan dagang fase satu di akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing mengalami kemajuan dalam negosiasi dagang di akhir pekan lalu. Namun, Reuters melaporkan, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif