Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Terhantam Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 01 November 2019 09:03
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.042 per USD. Mata uang Garuda gagal menyalip mata uang Paman Sam meski ada katalis positif berupa sudah terbentuknya Kabinet Indonesia Maju.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 1 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.060 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 hingga Rp14.061 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.858 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat tumbang pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah meningkatnya mata uang euro. Adapun euro melonjak karena pertumbuhan ekonomi di kawasan itu terlihat membaik pada kuartal ketiga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,30 persen menjadi 97,3517 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1145 dari USD1,1124 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2938 dari USD1,2887 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6886 dibandingkan dengan USD0,6876. Dolar AS dibeli 107,98 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9869 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9904 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3163 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3174 dolar Kanada.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan secara musiman naik 0,2 persen di kawasan euro (EA19) dan 0,3 persen di UE28 selama kuartal ketiga, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menurut perkiraan kilat awal yang dikeluarkan oleh Eurostat, kantor statistik dari Uni Eropa (UE).
 
"Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB naik 1,1 persen di kawasan euro dan 1,4 persen di EU28 pada kuartal ketiga," sebut Eurostat.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna sejumlah data suram dan pembaruan terkait penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, perang dagang yang berlarut-larut antara AS dan Tiongkok turut membebani pasar saham.
 
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 140,46 poin atau 0,52 persen ke 27.046,23. Sedangkan S&P 500 turun 9,21 poin atau 0,30 persen menjadi 3.037,56. Indeks Komposit Nasdaq menghapus 11,62 poin atau 0,14 persen menjadi 8.292,36.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 merosot, dengan industri dan material masing-masing turun 1,14 persen dan 1,10 persen, memimpin para pecundang. Ada harapan agar sejumlah sektor tersebut bisa kembali bangkit dan nantinya memberikan imbal hasil lebih menarik bagi para investor.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif