Wall Street Berakhir Perkasa
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat watku setempat (Sabtu WIB) karena sentimen investor terangkat oleh laporan pekerjaan yang kuat. Meski demikian, tetap ada kewaspadaan sejalan dengan memanasnya tensi geopolitik mengenai pemberlakuan tarif impor oleh administrasi Trump.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 2 Juni 2018, indeks Dow Jones Industrial Average naik 219,37 poin atau 0,90 persen menjadi 24.635,21. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 29,35 poin atau 1,08 persen menjadi 2,734.62. Indeks Nasdaq Composite meningkat 112,21 poin, atau 1,51 persen, menjadi 7.554,33.

Total gaji pekerja non-pertanian AS meningkat 223.000 pada Mei, jauh lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang hanya sebesar 188.000 dengan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,8 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. etenagakerjaan terus meningkat di beberapa industri, termasuk perdagangan ritel, perawatan kesehatan, dan konstruksi.



Pada Mei, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada gaji non-pertanian swasta meningkat 8 sen menjadi USD26,92. Selama setahun, rata-rata penghasilan per jam telah meningkat sebanyak 71 sen atau 2,7 persen, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur berkembang pada Mei, dan ekonomi secara keseluruhan tumbuh untuk bulan ke-109 secara berturut-turut, menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM).

Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks manajer pembelian (PMI), terdaftar di angka 58,7 persen atau meningkat 1,4 poin persentase dari pembacaan April 57,3 persen. Pembacaan di atas 50 untuk indeks menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, dan pembacaan di bawah 50 merupakan sinyal kontraksi.

 



(ABD)