Ilustrasi bursa saham asia. Foto ; AFP.
Ilustrasi bursa saham asia. Foto ; AFP.

Pasar Saham Asia Merosot Setelah Powell Peringatkan Risiko Inflasi

Ekonomi Inflasi The Fed bursa saham asia Ekonomi Indonesia
Antara • 27 Januari 2022 11:20
Shanghai: Pasar saham Asia jatuh ke level terendah dalam lebih dari 14 bulan pada Kamis pagi, karena imbal hasil jangka pendek AS naik ke level tertinggi 23 bulan. Selain itu, dolar AS (USD) juga menguat setelah ketua Federal Reserve mengisyaratkan rencana untuk terus memperketat kebijakan.
 
Pada saat yang sama, meningkatnya kekhawatiran investor atas ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina memperburuk kekhawatiran atas pasokan pasar energi yang ketat, menjaga harga minyak tetap tinggi pada level tertinggi multi-tahun.
 
The Fed mengindikasikan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada Maret, seperti yang telah diperkirakan secara luas, dan menegaskan kembali rencana untuk mengakhiri pembelian obligasi bulan itu sebelum meluncurkan pengurangan yang signifikan dalam kepemilikan asetnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi dalam konferensi pers lanjutan, Powell memperingatkan inflasi tetap di atas tujuan jangka panjang Fed dan masalah rantai pasokan mungkin lebih persisten daripada yang diperkirakan sebelumnya.
 
"Ada perubahan mencolok dalam hal pernyataan yang relatif dovish dan kemudian konferensi pers yang relatif hawkish," kata Ahli Strategi Pasar Global Asia Pasifik di Invesco David Chao, dikutip dari Antara, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Kekhawatiran The Fed akan semakin memprioritaskan memerangi inflasi memukul pasar saham, menghapus reli Wall Street. Saham Asia juga jatuh, dengan indeks MSCI dari pasar regional di luar Jepang jatuh 1,6 persen pada awal perdagangan Kamis di level terendah sejak awal November 2020.
 
Indeks Hang Seng Hong Kong (HSI) dan saham Australia juga merosot 2,0 persen. Serta saham unggulan Tiongkok melemah 0,2 persen. Di Tokyo, indeks Nikkei tergelincir 1,9 persen, menyentuh titik terendah sejak Desember 2020.
 
Imbal hasil obligasi dua tahun AS yang sensitif terhadap kebijakan, melonjak di tengah ekspektasi pengetatan Fed, naik ke tertinggi 1,1780 persen dalam perdagangan pagi di Asia, level yang terakhir dicapai pada Februari 2020. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah 10-tahun juga naik dari penutupan Rabu, 26 Januari 2022 yang naik menjadi 1,8548 persen dari 1,846 persen.
 
Menambah kekhawatiran investor global, Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah menetapkan jalur diplomatik untuk mengatasi tuntutan Rusia di Eropa timur, ketika Moskow mengadakan pembicaraan keamanan dengan negara-negara Barat dan mengintensifkan kehadiran militernya di dekat Ukraina dengan latihan baru.
 
Kekhawatiran atas ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah mengangkat harga minyak mentah di atas USD90 per barel sehari sebelumnya, level yang terakhir terlihat pada Oktober 2014. Pada Kamis, patokan global minyak mentah Brent turun 0,2 persen tetapi tetap di bawah USD90 per barel menjadi USD89,75. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 0,2 persen menjadi USD87,18 per barel.
 
Para pejabat AS mengatakan mereka sedang dalam pembicaraan dengan negara-negara penghasil energi utama dan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengenai kemungkinan pengalihan pasokan ke Eropa jika Rusia menginvasi Ukraina, meskipun Gedung Putih mengatakan pihaknya menghadapi tantangan dalam menemukan sumber pasokan energi alternatif.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif