Ilustrasi. FOTO: THOMAS SAMSON/AFP
Ilustrasi. FOTO: THOMAS SAMSON/AFP

AS Alokasikan Rp43,5 Triliun untuk Buat Baterai Kendaraan Listrik

Ekonomi Ekonomi Amerika Kendaraan Listrik Baterai kendaraan Listrik
Antara • 04 Mei 2022 09:45
Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengalokasikan lebih dari USD3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun untuk membiayai pembuatan baterai kendaraan listrik. Dana tersebut akan dialokasikan oleh Departemen Energi dari anggaran infrastruktur senilai USD1 triliun atau sekitar Rp14 ribu triliun yang ditandatangani Presiden Joe Biden tahun lalu.
 
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendirikan dan memperbaiki pabrik baterai. Namun, dana tidak akan digunakan untuk mengembangkan tambang domestik baru untuk memproduksi lithium, nikel, kobalt, dan mineral permintaan tinggi lainnya yang dibutuhkan untuk membuat baterai.
 
Beberapa dari proyek tersebut menghadapi tantangan lokal dan terikat dalam tinjauan lingkungan dan hukum administrasi. "Sumber daya ini adalah tentang rantai pasokan baterai, yang mencakup produksi, daur ulang mineral penting tanpa ekstraksi atau penambangan baru," kata Penasihat Iklim Nasional Biden Gina McCarthy, dilansir dari Antara, Rabu, 4 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ford Motor menyambut baik pengumuman pendanaan tersebut. Menurut mereka, investasi lebih dari USD3 miliar itu akan memperkuat rantai pasokan baterai domestik, menciptakan lapangan kerja, dan membantu produsen AS untuk bersaing di kancah global.
 
"Kami punya peluang untuk memiliki teknologi ini di AS dan investasi yang diumumkan ini akan membantu kami mewujudkannya," kata Penasihat Umum Ford Steven Croley dalam pernyataannya.

Kendaraan listrik pada 2030

Diketahui, Biden menginginkan setengah dari kendaraan yang dijual di AS merupakan kendaraan listrik pada 2030. Hal ini diharapkan akan meningkatkan pekerjaan manufaktur, mengungguli China di pasar yang tumbuh dengan cepat, dan mengurangi emisi karbon.
 
Pemerintah juga menjadikan langkah tersebut untuk menjamin kemandirian energi dan mengurangi tekanan inflasi jangka panjang akibat invasi Rusia ke Ukraina.
 
"Saat kita menghadapi kenaikan harga minyak dan gas, penting untuk dicatat bahwa kendaraan listrik akan lebih murah dalam jangka panjang untuk Amerika," pungkas Koordinator Infrastruktur Gedung Putih Mitch Landrieu.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif